KOMPAS.com - Penurunan tingkat polusi udara terbukti membuat anak usia balita tumbuh lebih cerdas dan memiliki daya tangkap lebih baik, menurut studi terbaru dari Universitas Columbia di New York.
Selama lebih dari dua dekade, Prof. Frederica Perera dan tim dari Columbia Center for Children’s Environmental Health mengukur tingkat paparan polusi udara pada ibu hamil serta perkembangan anak-anak mereka di lingkungan kurang mampu di Manhattan Utara dan South Bronx. Lebih dari 1.100 anak dievaluasi saat mereka berusia satu, dua, dan tiga tahun.
"Kami menguji kemampuan kognitif anak, termasuk daya ingat dan persepsi sensorik, pemecahan masalah seperti mencocokkan bentuk dan menyusun balok, hingga kemampuan komunikasi berupa bicara dan pemahaman bahasa. Pada tahun-tahun awal penelitian, kami menemukan hubungan nyata antara paparan polusi udara saat masa kehamilan dengan gangguan perkembangan saraf pada anak. Itu adalah kabar buruk," kata Perera dikutip dari Guardian, Jumat (18/9/2026).
Baca juga: Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Selama penelitian berlangsung, kualitas udara di pusat kota New York membaik secara drastis. Peraturan udara bersih berhasil mengurangi sebagian emisi polusi dari taksi kota hingga 80 persen pemanas gedung, dan bahan bakar yang lebih bersih mulai digunakan pada bus-bus kota. Polusi partikel halus dan tingkat nitrogen dioksida berkurang separuhnya antara tahun 1998 dan 2016.
Peneliti pun lantas bertanya-tanya apakah ada hubungan juga antara kualitas udara yang membaik dengan peningkatan skor perkembangan mental pada balita dari waktu ke waktu.
Kabar baiknya, skor perkembangan balita memang meningkat seiring membaiknya kualitas udara. Hal ini terlihat sangat jelas saat anak-anak berusia dua dan tiga tahun, serta pada periode ketika penurunan polusi udara terjadi secara drastis.
Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi perkembangan anak, seperti penurunan drastis jumlah anak yang tinggal dengan perokok (turun dari 34 persen menjadi 18 persen) serta peningkatan tingkat pendidikan ibu, di mana jumlah ibu yang lulus SMA naik sebesar 9 persen.
Studi di New York ini menambah bukti yang terus berkembang bahwa polusi udara adalah masalah yang bisa diatasi, dan kesehatan akan membaik ketika polusi udara berkurang.
Contoh lainnya di Inggris, penerapan kawasan emisi sangat rendah di London diikuti oleh membaiknya kesehatan paru-paru anak-anak serta berkurangnya jumlah anak yang mengalami gangguan fungsi paru-paru.
Bagi orang dewasa di pusat kota London, terjadi penurunan 3 persen pada angka pasien darurat di rumah sakit, termasuk penurunan 8 persen untuk masalah jantung dan 6 persen untuk masalah pernapasan.
Selain itu, kunjungan ke dokter umum untuk masalah jantung dan pernapasan berkurang sekitar 25 persen setelah diterapkannya kawasan udara bersih di Bradford, West Yorkshire.
Baca juga: Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Meskipun terjadi perbaikan kualitas udara di New York, Perera menegaskan tidak bisa menyimpulkan bahwa tingkat polusi udara saat ini sudah sepenuhnya aman bagi perkembangan saraf semua anak.
Langkah nyata dalam mengatasi polusi udara membutuhkan kepemimpinan politik yang berani. Hal ini sering kali memicu kontroversi dan kerap dijadikan isu politik yang memecah belah, namun dampaknya terbukti berhasil.
"Kita membutuhkan lebih banyak penelitian seperti ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan kebijakan iklim, sekaligus mendorong para pembuat kebijakan," tambah Perera.
Laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB (UNEP) menemukan bahwa langkah terpadu dalam mengatasi polusi udara dan emisi perubahan iklim juga sangat menguntungkan secara ekonomi, dengan rata-rata hasil keuntungan ekonomi sebesar 15 dolar AS untuk setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya