Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KABAR KESEHATAN

Apresiasi Pengabdian untuk Masjid, AQUA bersama DMI dan BPMI Berangkatkan 26 Marbot dan Pengurus Masjid ke Tanah Suci

Kompas.com, 23 September 2026, 16:48 WIB
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan menjadi bagian dari keseharian marbot dan pengurus masjid. Pekerjaan tersebut berlangsung ketika jamaah datang untuk beribadah hingga berbagai kegiatan pembinaan dan pelayanan umat selesai digelar.

Peran mereka berjalan beriringan dengan fungsi masjid yang semakin luas di tengah masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga ruang untuk belajar, membangun solidaritas, dan menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan.

Data Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat lebih dari 710.000 masjid dan mushola terdaftar di seluruh Indonesia.

Di tengah jumlah tersebut, ada banyak marbot dan pengurus yang memastikan aktivitas di lingkungan masjid tetap berjalan. Mereka mengatur berbagai kebutuhan sehari-hari, menjaga fasilitas, membantu kelancaran kegiatan ibadah, hingga melayani jamaah.

Pekerjaan itu tidak selalu terlihat. Meski demikian, keberadaan mereka menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang menjadikan masjid sebagai ruang ibadah sekaligus tempat beraktivitas bersama.

Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) KH Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA, yang mewakili Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar mengatakan pengabdian para marbot dan pengurus masjid turut menjaga keberlangsungan fungsi masjid di tengah masyarakat.

“Pengabdian para marbot dan pengurus masjid adalah inspirasi yang patut kita teladani bersama. Dari ketulusan mereka, kita diingatkan bahwa terdapat keberkahan dalam setiap upaya kita untuk berlomba-lomba menghadirkan kebaikan bagi umat dan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com pada Selasa (22/9/2026).

Sekretaris Jenderal DMI Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT (kiri) bersama General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana, (kanan) menyerahkan koper sebagai simbol pelepasan keberangkatan 26 marbot ke Tanah Suci.Dok. Istimewa Sekretaris Jenderal DMI Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT (kiri) bersama General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana, (kanan) menyerahkan koper sebagai simbol pelepasan keberangkatan 26 marbot ke Tanah Suci.

Mengapresiasi dengan perjalanan ke Tanah Suci

Pengabdian tersebut kemudian mendapat bentuk apresiasi melalui kesempatan menunaikan ibadah umrah.

Sebanyak 26 marbot dan pengurus masjid dari berbagai daerah di Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ketiga pelaksanaan program. Secara keseluruhan, program ini telah memberangkatkan 70 marbot dan pengurus masjid.

Bagi peserta, perjalanan tersebut menjadi kesempatan yang tidak setiap hari bisa didapatkan. Salah satunya dirasakan Abdul Muaz, peserta dari Bogor yang menjadi perwakilan masjid dari Jawa Barat.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur diberi kesempatan untuk berangkat umroh ke Baitullah. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” kata Abdul.

Ia juga mengapresiasi persiapan yang diberikan selama perjalanan, termasuk kebutuhan telekomunikasi dan keperluan sehari-hari.

“Dengan semua dukungan tersebut, kami bisa berangkat dengan hati yang tenang dan lebih fokus beribadah di Tanah Suci,” lanjutnya.

Pemberangkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi AQUA bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

Sekretaris Jenderal DMI Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT, mengatakan perhatian terhadap marbot dan pengurus masjid menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekosistem masjid.
“DMI memiliki perhatian besar untuk mendorong masjid agar semakin berdaya dan mampu menjalankan perannya secara lebih luas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau