Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara

Kompas.com, 24 September 2026, 12:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Portofolio energi dari 20 perusahaan private equity (ekuitas swasta) teratas menghasilkan polusi yang lebih besar daripada hampir seluruh negara di dunia, kecuali AS, China, India, dan Rusia. Temuan ini diungkapkan dalam laporan dari Private Equity Climate Risks Consortium.

Sebagai informasi perusahaan private equity adalah perusahaan investasi yang mengumpulkan dana dari investor kaya atau lembaga keuangan untuk membeli, memperbaiki, dan menjual kembali perusahaan lain demi meraih keuntungan.

Laporan Private Equity Climate Risks Consortium mencatat bahwa perusahaan-perusahaan ini secara total mengelola aset senilai 7,3 triliun dollar AS. Nilai yang sangat besar ini sebenarnya memberi mereka kemampuan untuk beralih dari bahan bakar fosil tanpa mengalami kerugian finansial yang parah.

Namun, melansir Edie, Rabu (16/9/2026) investasi energi mereka saat ini justru masih didominasi oleh aset bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga gas alam dan batu bara.

Secara keseluruhan, portofolio mereka menghasilkan 1,5 miliar ton gas rumah kaca setiap tahunnya. Ke-20 perusahaan ini memiliki total 15.000 mil pipa gas/minyak, pembangkit listrik berkapasitas 124 gigawatt, serta ratusan ladang minyak dan gas.

Baca juga: Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau

Sektor private equity juga mendanai lima dari sepuluh pemilik pusat data terbesar di AS, menjadikannya pemilik pusat data terbesar di luar raksasa teknologi.

Laporan tersebut mencontohkan Blackstone yang menginvestasikan 2,16 miliar Dolar AS pada Northern Indiana Public Service Company (NIPSCO) pada tahun 2024, yang kemudian mengumumkan rencana pembangunan pembangkit listrik gas alam berkapasitas 2.300 megawatt khusus untuk melayani pusat-pusat data tersebut.

Investasi private equity pada pusat data di AS sendiri mencapai 45,7 miliar Dolar AS pada tahun 2025, atau sekitar 72 persen dari total investasi di sektor tersebut.

Laporan itu mencatat bahwa beberapa perusahaan investasi ini akan meraup keuntungan ganda yakni dari pusat data itu sendiri sekaligus dari infrastruktur listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya.

Selain aset yang sudah dimiliki, beberapa perusahaan private equity raksasa justru terus menambah jumlah perusahaan bahan bakar fosil ke dalam portofolio mereka sejak tahun 2024.

Berkinerja buruk

Laporan tersebut juga menemukan bahwa dana investasi minyak dan gas milik private equity malah berkinerja buruk.

Dari total 190,4 miliar dollar AS yang disetorkan ke 145 dana minyak dan gas, hasil pengembaliannya hanya 192,9 miliar dollar AS alias cuma untung tipis sekitar 2 persen. Jika dihitung dengan inflasi, para investor sebenarnya mengalami kerugian secara rata-rata.

Tidak ada satu pun dari 20 perusahaan yang diteliti mendapatkan nilai A untuk portofolio dan kebijakan energi mereka saat ini, dan hanya tiga perusahaan yang berhasil meraih nilai B.

Laporan tersebut juga menemukan dampak kesehatan yang serius dari portofolio yang mencemari lingkungan ini, di mana polusi udara dari kilang, pembangkit listrik batu bara, dan fasilitas gas alam (LNG) yang didanai private equity berkaitan dengan setidaknya 1.000 kematian dini.

Laporan ini merekomendasikan agar perusahaan private equity secara terbuka melaporkan kepemilikan bahan bakar fosil dan emisi mereka, menetapkan target iklim berbasis sains, menerbitkan rencana transisi di seluruh portofolio, serta lebih transparan mengenai pengeluaran politik dan aktivitas lobi iklim mereka.

Baca juga: Kucuran Dana Bank untuk Bahan Bakar Fosil Naik 8 Persen Pada 2025

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau