Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
SOROT PERBANKAN

BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Kompas.com, 26 September 2026, 15:39 WIB
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA, kembali memperluas akses kesehatan mata bagi generasi muda melalui program “Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang”.

Dalam program ini, BCA melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan bagi pelajar, serta diakhiri dengan seremoni penyerahan bantuan kacamata bagi pelajar. Seremoni penyerahan bantuan kacamata kepada para pelajar penerima manfaat diselenggarakan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn, serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan pelajar dan sekolah penerima manfaat.

Sejak awal April 2026, BCA telah melaksanakan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan di 16 sekolah di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, dengan total lebih dari 3.500 pelajar telah mendapatkan pemeriksaan mata. Dari jumlah tersebut, sebanyak kurang lebih 1.000 pelajar teridentifikasi mengalami gangguan mata dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan, termasuk bantuan kacamata korektif dan vitamin mata.

Hal tersebut sejalan dengan data Kementerian Kesehatan yang mencatat sekitar 3,6 juta anak Indonesia masih mengalami kelainan refraksi yang belum ditangani dengan penggunaan kacamata. Adapun kondisi tersebut berpotensi menghambat tumbuh kembang dan kualitas hidup anak.

Rano Karno mengungkapkan apresiasinya kepada BCA yang telah menyelenggarakan program “Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang”. Ia pun menyoroti kebiasaan anak-anak saat ini yang kerap menggunakan gawai melebihi batas waktu. Alhasil, potensi anak mengalami gangguan mata dapat meningkat.

“Saya atas nama Pemprov DKI mengucapkan terima kasih kepada BCA yang telah memberikan hadiah kacamata kepada anak-anak kita. Pesan saya untuk anak-anak, kalian perlu disiplin dalam menggunakan handphone maupun komputer karena terkadang kita tidak sadar kalau sudah terlalu lama dan dapat mengganggu kesehatan mata,” ujar Rano Karno dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Antonius Widodo Mulyono menambahkan program ini merupakan bagian dari komitmen Bakti BCA dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pelajar. Menurutnya, deteksi dini pada penglihatan perlu difokuskan pada anak-anak sebagai generasi masa depan Indonesia.

BCA memperluas akses kesehatan mata melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang? di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu pada Jumat (25/9/2026).Dok. BCA BCA memperluas akses kesehatan mata melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang? di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu pada Jumat (25/9/2026).

“Kesehatan mata kini telah menjadi salah satu tantangan krusial yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Kami berharap pemeriksaan sejak dini dan dukungan kacamata korektif dapat membantu para pelajar melihat dengan lebih baik, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang secara lebih optimal,” ujar Antonius.

Sementara itu, Hera menambahkan, pelaksanaan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga menjadi upaya BCA untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan mata ke wilayah yang memiliki tantangan akses layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan.

Melalui program tersebut, BCA menghadirkan layanan pemeriksaan mata secara langsung ke sekolah-sekolah sehingga pelajar dapat memperoleh akses deteksi dini tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Ia menjelaskan Kepulauan Seribu menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan program tahun ini. Kondisi geografis kepulauan membuat akses terhadap layanan kesehatan mata tidak selalu mudah dijangkau, baik dari sisi ketersediaan tenaga medis maupun fasilitas pemeriksaan.

“Melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang dengan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan bagi pelajar, BCA berupaya memperluas akses kesehatan mata bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan,” ujar Hera.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan yang sebelumnya dilakukan di Bandung Raya pada 2025. Pada pelaksanaan perdana tersebut, lebih dari 2.100 pelajar di lima sekolah mendapatkan pemeriksaan mata secara komprehensif, dengan lebih dari 300 bantuan kacamata korektif dan vitamin mata diberikan kepada pelajar yang membutuhkan.

Melalui keberlanjutan program tersebut, BCA berharap semakin banyak pelajar Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata sejak dini. Dengan penglihatan yang lebih baik, para pelajar diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan serta memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih prestasi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau