Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta

Kompas.com, 26 September 2026, 16:05 WIB
Asip Agus Hasani,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

BLITAR, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp 445.075.000 empat lembaga yang berkedudukan di Madiun, Kediri dan Tulungagung, Jawa Timur.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa sebanyak empat lembaga, termasuk dua lembaga pendidikan madrasah, terpilih sebagai penerima dana bantuan TJSL dari PT KAI Daop 7 Madiun senilai Rp 445 juta.

“Dana diberikan ke MTs dan Lazisnu di Kediri, MI di Tulungagung, dan Perpenka DPD 7 Madiun,” ujar Tohari melalui pesan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/9/2026) sore.

Baca juga: Rute Kereta Nusantara Explorer Lewat Mana Saja? Ini Penjelasan KAI

Rincian penyaluran bantuan TJSL tersebut, sebesar Rp 200.000.000 diberikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ittihadiyah yang ada di Dusun Cnaggu, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

MTs Al Ittihadiyah akan menggunakan dana tersebut untuk biaya rehabilitasi ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak pakai.

Lalu, dana sebesar Rp 100.000.000 diberikan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam yang ada di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian komputer.

Selanjutnya, dana sebesar Rp 113 juta diberikan ke Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Dusun Tawangrejo, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Kata Tohari, dana tersebut akan digunakan untuk membeli motor sampah, gerobak sampah, dan tempat sampah.

“Sebagian dari dana TJSL dalam penyaluran kali juga kami berikan untuk pembangunan toilet dan gudang Sekretariat PERPENKA (Persatuan Pensiunan Karyawan Kereta Api) DPD 7 Madiun sebesar Rp 32.075.000,” ungkap Tohari. 

Penyerahan dana TJSL tersebut, kata Tohari, secara simbolik dilakukan di Kantor PT KAI Daop 7 Madiun, Jumat.

Selain dihadiri perwakilan dari empat lembaga penerima, kegiatan juga dihadiri VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, Manager Keuangan, Yuli Hartatik, Manajer Kesehatan, Puji Widodo, Tim Humas, Tim Keuangan dan Tim PAM Daop 7 Madiun.

Turut jaga keselamatan

Tohari mengatakan, VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, dalam kesempatan itu mengungkapkan harapannya bahwa para penerima bantuan dapat berperan aktif dalam turut menjaga keselamatan serta keamanan perjalanan dan jalur Kereta Api.

“Melalui sinergi yang terjalin dengan berbagai pihak, diharapkan tercipta ekosistem transportasi perkeretaapian yang aman dan kondusif," kata Tohari.

Baca juga: DPR Setuju KAI Impor Kereta Bekas untuk Tambah Kapasistas KRL Jabodetabek

Partisipasi masyarakat, kata Tohari, menjadi bentuk kolaborasi yang mendukung kelancaran perjalanan kereta api sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sepanjang wilayah operasional Daop 7 Madiun.

Tohari menambahkan bahwa pemberian dana TJSL menjadi bentuk nyata komitmen PT KAI Daop 7 Madiun memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya.

“Kehadiran perusahaan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan,” ujarnya.

Tohari kembali menyampaikan harapan KAI Daop 7 Madiun bahwa pemberian bantuan TJSL tersebut akan semakin menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga menjaga keselamatan perjalanan kereta api sebagai tanggung jawab bersama.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau