BLITAR, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp 445.075.000 empat lembaga yang berkedudukan di Madiun, Kediri dan Tulungagung, Jawa Timur.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa sebanyak empat lembaga, termasuk dua lembaga pendidikan madrasah, terpilih sebagai penerima dana bantuan TJSL dari PT KAI Daop 7 Madiun senilai Rp 445 juta.
“Dana diberikan ke MTs dan Lazisnu di Kediri, MI di Tulungagung, dan Perpenka DPD 7 Madiun,” ujar Tohari melalui pesan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/9/2026) sore.
Baca juga: Rute Kereta Nusantara Explorer Lewat Mana Saja? Ini Penjelasan KAI
Rincian penyaluran bantuan TJSL tersebut, sebesar Rp 200.000.000 diberikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ittihadiyah yang ada di Dusun Cnaggu, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
MTs Al Ittihadiyah akan menggunakan dana tersebut untuk biaya rehabilitasi ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Lalu, dana sebesar Rp 100.000.000 diberikan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam yang ada di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian komputer.
Selanjutnya, dana sebesar Rp 113 juta diberikan ke Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Dusun Tawangrejo, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.
Kata Tohari, dana tersebut akan digunakan untuk membeli motor sampah, gerobak sampah, dan tempat sampah.
“Sebagian dari dana TJSL dalam penyaluran kali juga kami berikan untuk pembangunan toilet dan gudang Sekretariat PERPENKA (Persatuan Pensiunan Karyawan Kereta Api) DPD 7 Madiun sebesar Rp 32.075.000,” ungkap Tohari.
Penyerahan dana TJSL tersebut, kata Tohari, secara simbolik dilakukan di Kantor PT KAI Daop 7 Madiun, Jumat.
Selain dihadiri perwakilan dari empat lembaga penerima, kegiatan juga dihadiri VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, Manager Keuangan, Yuli Hartatik, Manajer Kesehatan, Puji Widodo, Tim Humas, Tim Keuangan dan Tim PAM Daop 7 Madiun.
Tohari mengatakan, VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, dalam kesempatan itu mengungkapkan harapannya bahwa para penerima bantuan dapat berperan aktif dalam turut menjaga keselamatan serta keamanan perjalanan dan jalur Kereta Api.
“Melalui sinergi yang terjalin dengan berbagai pihak, diharapkan tercipta ekosistem transportasi perkeretaapian yang aman dan kondusif," kata Tohari.
Baca juga: DPR Setuju KAI Impor Kereta Bekas untuk Tambah Kapasistas KRL Jabodetabek
Partisipasi masyarakat, kata Tohari, menjadi bentuk kolaborasi yang mendukung kelancaran perjalanan kereta api sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sepanjang wilayah operasional Daop 7 Madiun.
Tohari menambahkan bahwa pemberian dana TJSL menjadi bentuk nyata komitmen PT KAI Daop 7 Madiun memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya.
“Kehadiran perusahaan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan,” ujarnya.
Tohari kembali menyampaikan harapan KAI Daop 7 Madiun bahwa pemberian bantuan TJSL tersebut akan semakin menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga menjaga keselamatan perjalanan kereta api sebagai tanggung jawab bersama.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya