KOMPAS.com — Warga Dusun Kubangsari, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, pernah harus menempuh perjalanan hingga 1,5 kilometer untuk mendapatkan air.
Sebagian warga membawa jeriken, sebagian lainnya menggunakan ember untuk mengangkut air dari sumber menuju rumah.
Perjalanan tersebut semakin sulit karena warga harus melewati jalan yang curam. Saat hujan turun, jalur menuju mata air menjadi licin. Sementara pada musim kemarau, upaya memenuhi kebutuhan air terasa semakin berat.
“Akses jalan ke mata air lumayan curam. Ketika musim hujan, jalannya pasti licin. Apalagi, kalau musim kemarau, lebih merepotkan,” ucap Kepala Desa Kertaraharja Agus Setiawan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (6/8/2026).
Kini, air telah mengalir menuju permukiman melalui jaringan pipa existing sepanjang kurang lebih 1.460 meter. Saluran dengan perbedaan elevasi sekitar 16 meter itu dimanfaatkan oleh sekitar 120 kepala keluarga di Dusun Kubangsari, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.
Namun, kehadiran jaringan pipa belum sepenuhnya mengakhiri persoalan. Jalur yang melintasi persawahan dan perbukitan membuat saluran air rentan mengalami kerusakan.
Pipa polivinil klorida atau PVC yang sebelumnya digunakan dapat pecah ketika terinjak hewan ternak. Saluran juga berisiko rusak saat tidak sengaja terkena peralatan pertanian milik warga.
Ketika satu bagian pipa bocor atau terputus, aliran air menuju permukiman ikut terganggu. Warga kemudian harus menyusuri jalur yang panjang untuk menemukan titik kerusakan.
Di tengah kondisi tersebut, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) menyalurkan bantuan pipa baja galvanis melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Bantuan itu digunakan untuk memperkuat sejumlah bagian saluran yang telah diidentifikasi berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Warga Dusun Kubangsari bergotong royong melakukan penyesuaian dan penyambungan pipa baja galvanis di jalur yang rawan rusak.Pipa yang disalurkan Spindo berukuran 1 inci dan 1,5 inci dengan spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) 0039:2013.
Adapun panjang 1.460 meter merujuk pada keseluruhan jaringan existing yang digunakan warga.
Bagi warga, penggunaan material yang lebih kokoh diharapkan dapat mengurangi gangguan aliran air akibat kerusakan pipa.
“Dengan adanya bantuan pipa ini, akses air bagi warga menjadi lebih mudah. Sebelumnya, pipa paralon mudah pecah ketika terinjak ternak seperti kerbau atau sapi, bahkan saat tidak sengaja terkena cangkul,” ujar warga Dusun Kubangsari Asep Ruhimat.
Ia melanjutkan, pipa baja dari Spindo lebih kokoh sehingga saluran air diharapkan dapat digunakan dengan lebih aman.
Sebagai informasi, pipa galvanis memiliki lapisan seng yang membantu melindungi permukaan baja dari korosi, terutama ketika digunakan di lingkungan terbuka. Sementara itu, pemilihan ukuran pipa disesuaikan dengan kebutuhan instalasi dan kondisi jaringan yang telah digunakan masyarakat.
Perwakilan Direksi Spindo The, Hanny Purnomo mengatakan, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Spindo datang untuk dapat membuat perubahan dari segi kualitas hidup yang dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap masyarakat setempat dapat mengalami peningkatan kualitas hidup dan manfaatnya dapat dirasakan untuk jangka waktu yang panjang,” tutur Hanny.
Menurut dia, program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan visi Spindo, yakni Improving Quality of Life. Visi itu diwujudkan melalui kontribusi yang dapat dimanfaatkan dan dipelihara masyarakat secara berkelanjutan.
Air mengalir jernih memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Dusun Kubangsari melalui saluran pipa yang diperkuat.Penguatan saluran air tidak hanya melibatkan perusahaan. Pengangkutan dan pemasangan pipa dilakukan bersama pemerintah setempat, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Material harus dibawa melewati persawahan dan perbukitan sebelum ditempatkan pada jalur yang telah ditentukan. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan penyesuaian jalur, penyambungan, pengencangan, dan pemeriksaan kembali saluran yang telah terpasang.
Keterlibatan warga dinilai penting karena mereka memahami kondisi medan dan mengetahui titik-titik yang kerap mengalami gangguan.
Pengetahuan tersebut membantu pemasangan menyesuaikan kebutuhan aktual di lapangan. Pelibatan masyarakat juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap saluran yang nantinya akan mereka gunakan dan rawat bersama.
Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti pada penyaluran material. Pemasangan pipa juga menjadi bagian dari gotong royong untuk menjaga keberlanjutan akses air di Kubangsari.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurulyakin menilai pembangunan infrastruktur air bersih penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap, Spindo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Program pembangunan infrastruktur air bersih seperti ini sangat penting karena akses terhadap air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar untuk mendukung kehidupan yang sehat,” ujar Cecep.
Ia pun kembali berharap agar inisiatif serupa dapat dilanjutkan dan menjangkau wilayah lain yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur air.
Bagi warga Kubangsari, saluran tersebut menopang kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, dan beragam aktivitas sehari-hari.
Penguatan pada titik-titik yang rawan rusak diharapkan dapat mengurangi gangguan distribusi. Warga pun tidak perlu terlalu sering membongkar sambungan atau menyusuri jaringan pipa untuk mencari lokasi kebocoran.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada pemeliharaan setelah pemasangan. Karena itu, perawatan saluran menjadi tanggung jawab bersama agar aliran air dapat terus digunakan dalam jangka panjang.
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pipa baja, Spindo menjalankan program sosial yang selaras dengan produk dan kompetensinya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat bantuan lebih sesuai dengan kebutuhan warga sekaligus memberikan manfaat yang nyata.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya