BrandzView
Konten ini merupakan Kerjasama Kompas.com dengan Musim Mas

Bantu Pemulihan Gempa Flores, Musim Mas Gandeng PMI Sumatra Utara Bantu 2.000 Keluarga Terdampak

Kompas.com, 29 September 2026, 19:02 WIB
Renaldi Saputra,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki masa pemulihan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Musim Mas Group bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan dukungan kemanusiaan bagi sekitar 2.000 keluarga terdampak di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka mulai Jumat (11/9/2026) hingga Selasa (22/9/2026).

Dukungan yang diberikan meliputi bantuan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial bagi kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan ruang untuk memulihkan diri dan bangkit setelah bencana.

Corporate Affairs General Manager Musim Mas Group Yuandy mengatakan, pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit setelah gempa.

“Bagi kami, hadir dan memberikan dukungan ketika masyarakat menghadapi bencana merupakan bagian dari komitmen besar Musim Mas Group, untuk dapat ikut berkontribusi bagi masyarakat. Semoga Flores segera bangkit,” ujar Yuandy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (29/9/2026).

Menjangkau masyarakat di masa pemulihan

Corporate Affairs General Manager Musim Mas Yuandy, menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bersama PMI Sumatera Utara, Musim Mas menyalurkan dukungan kebutuhan dasar bagi 2.000 keluarga di Nagekeo, Ende, dan Sikka, berupa kebutuhan pangan dan sehari-hari serta perlengkapan pendukung bagi keluarga, anak-anak, dan lansia selama masa pemulihan.Dok. Musim Mas Corporate Affairs General Manager Musim Mas Yuandy, menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bersama PMI Sumatera Utara, Musim Mas menyalurkan dukungan kebutuhan dasar bagi 2.000 keluarga di Nagekeo, Ende, dan Sikka, berupa kebutuhan pangan dan sehari-hari serta perlengkapan pendukung bagi keluarga, anak-anak, dan lansia selama masa pemulihan.

Nagekeo, Ende, dan Sikka merupakan tiga wilayah yang masih merasakan dampak gempa dalam proses pemulihan.

Di Kabupaten Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum, ribuan warga masih banyak yang mengungsi. Sementara itu, di Sikka, khususnya Pulau Paluweh, masyarakat menghadapi dampak berupa korban jiwa dan luka serta perpindahan warga dari rumah mereka.

Di Ende, khususnya wilayah pesisir bagian utara, masyarakat juga masih merasakan dampak gempa. Wilayah tersebut sekaligus menjadi salah satu basis operasi PMI dalam respons bencana.

Dukungan kemanusiaan diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. 

Sebanyak 2.000 paket bantuan kebutuhan dasar disalurkan kepada masyarakat di tiga kabupaten, terdiri dari 600 paket di Nagekeo, 700 paket di Ende, dan 700 paket di Sikka.

Bantuan tersebut berisi kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari, serta dilengkapi perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi, terpal, selimut, matras, susu anak, dan kebutuhan bagi lansia.

Bagi masyarakat yang masih beradaptasi dengan kondisi pascabencana, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari dan memberikan ruang untuk kembali menata kehidupan bersama keluarga.

Hadirkan layanan kesehatan

Dokter Frisca N. Saragih dari PMI Sumatera Utara memeriksa kondisi kesehatan seorang anak di tengah rangkaian layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Layanan kesehatan menjadi bagian dari dukungan Musim Mas Group bersama PMI Sumatera Utara untuk mendekatkan akses pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat selama masa pemulihan.Dok. Musim Mas Dokter Frisca N. Saragih dari PMI Sumatera Utara memeriksa kondisi kesehatan seorang anak di tengah rangkaian layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Layanan kesehatan menjadi bagian dari dukungan Musim Mas Group bersama PMI Sumatera Utara untuk mendekatkan akses pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat selama masa pemulihan.

Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Karena itu, rangkaian kegiatan sosial ini dilengkapi layanan kesehatan di sejumlah titik di Nagekeo, Ende, dan Sikka dengan melibatkan tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan setempat.

Masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, termasuk kelompok rentan. Dukungan juga diberikan dalam bentuk obat-obatan, susu formula, makanan anak, dan air bersih.

Di lapangan, tenaga kesehatan menemukan sejumlah keluhan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diabetes, hipertensi, gangguan lambung, hingga penyakit kulit.

Selain tiga kabupaten tersebut, dukungan obat-obatan juga disalurkan ke Kabupaten Ngada dan Manggarai Barat berdasarkan permintaan tim pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Memberi ruang bagi anak untuk kembali merasa aman

Tim Musim Mas Group dan PMI Sumatera Utara mengajak anak-anak bermain dan beraktivitas bersama dalam kegiatan dukungan psikososial di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak-anak mendapatkan ruang yang aman dan menyenangkan untuk kembali bermain, berinteraksi, serta mengekspresikan diri selama masa pemulihan setelah gempa.Dok. Musim Mas Tim Musim Mas Group dan PMI Sumatera Utara mengajak anak-anak bermain dan beraktivitas bersama dalam kegiatan dukungan psikososial di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak-anak mendapatkan ruang yang aman dan menyenangkan untuk kembali bermain, berinteraksi, serta mengekspresikan diri selama masa pemulihan setelah gempa.

Bagi anak-anak yang melewati situasi bencana, proses pemulihan membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, dukungan psikososial juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial ini.

Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan diri. Mereka juga diajak mengenal langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi gempa dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Aktivitas seperti menggambar dan bermain ular tangga membantu anak memahami hal yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi, tanpa menghilangkan ruang bagi mereka untuk bermain dan merasa nyaman.

Lebih dari sekadar mengisi waktu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang yang aman dan ramah bagi anak-anak untuk kembali bermain dan belajar, sekaligus perlahan membangun kembali rasa percaya diri setelah melewati situasi yang tidak mudah.

Kolaborasi agar bantuan tepat menjangkau masyarakat

Respons kemanusiaan ini merupakan kolaborasi antara Musim Mas Group, PMI Provinsi Sumatera Utara, PMI di masing-masing kabupaten, pemerintah daerah, serta fasilitas kesehatan setempat.

PMI Nagekeo, Ende, dan Sikka membantu memastikan kegiatan menjangkau lokasi dan masyarakat yang membutuhkan. 

Sementara itu, PMI Sumatera Utara mendukung pelaksanaan layanan kesehatan, psikososial, dan distribusi bantuan.

Di sisi lain, Musim Mas Group tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga turut hadir dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara Ade Yudiansyah mengatakan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Musim Mas Group, membantu memperluas jangkauan bantuan dan layanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

“Kami berupaya agar setiap dukungan yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ade.

Bagi masyarakat yang menerima bantuan, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus kembali menata kehidupan setelah gempa.

Sementara itu, warga penerima manfaat di Nagekeo Ludgardis Moi menyampaikan, apresiasinya kepada Musim Mas Group dan PMI yang telah datang serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ludgardis.

Melalui kolaborasi ini, Musim Mas Group dan PMI Sumatera Utara berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Flores dalam melewati masa pemulihan.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau