Namit, 52 tahun, warga RW 03 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, mengolah sampah organik dapur dari rumahnya dan orang tuanya menjadi air lindi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman anggur, sayur-sayuran, serta berbagai tanaman lainnya di kebun kecil samping rumahnya. Sampah organik dapur, seperti sisa sayuran dan nasi, menjadi bahan utama pembuatan air lindi untuk urban farming. Namit mengingatkan untuk tidak mencampurkan sampah organik dapur yang berminyak dan berbagai sampah anorganik, seperti plastik.
(Manda Firmansyah/Kompas.com)