KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pulogadung menggelar Simulasi Penanganan Ceceran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Tumpahan B3 pada Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ancol serta Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS LB3) GI 150 kV Plumpang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Kegiatan itu digelar sebagai langkah preventif sekaligus upaya meningkatkan kompetensi, kesigapan, dan kewaspadaan insan PLN, khususnya petugas di lapangan, dalam menghadapi kondisi darurat lingkungan.
Melalui simulasi, setiap personel diharapkan memahami tahapan penanganan tumpahan B3 secara tepat, cepat, aman, dan sesuai prosedur.
Baca juga: 135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen PLN dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) Himmel Sihombing mengatakan, menjaga keandalan sistem kelistrikan harus berjalan selaras dengan komitmen PLN dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PLN. Karena itu, setiap limbah yang dihasilkan dari proses bisnis harus dikelola secara tepat dan aman," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (25/9/2026).
Melalui simulasi tersebut, kata Himmel, perusahaan memastikan insan PLN memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menangani limbah B3, termasuk jika terjadi ceceran atau tumpahan, sehingga potensi dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.
Baca juga: Bisnis Limbah B3 Berpeluang Tumbuh, KLH Minta Pengusaha Patuh Aturan
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten, mulai dari pencegahan, penanganan keadaan darurat, hingga pengelolaan limbah setelah proses penanganan.
“Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan tidak hanya menyangkut manusia dan aset, tetapi juga lingkungan," tegas Himmel.
Dengan prosedur yang tepat, personel yang kompeten, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan limbah B3, ia berharap, setiap aktivitas operasional PLN dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Senada dengan Himmel, Manager UPT Pulogadung Rizal Pahlevi menilai, aspek lingkungan dan keselamatan kerja merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar dalam setiap kegiatan operasional PLN.
Baca juga: Ada Robot Humanoid hingga Panel Surya, PLN Icon Plus Pamerkan Teknologi di Electricity Connect 2026
“PLN tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi juga sangat peduli terhadap dampak lingkungan dari proses bisnis kami," kata Rizal.
Ia menilai, simulasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PLN untuk memastikan seluruh personel memiliki kompetensi dan kesiapan dalam bertindak cepat, tepat, dan aman sesuai standar operasional prosedur (SOP) apabila terjadi insiden tumpahan B3.
Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan penanganan keadaan darurat secara komprehensif.
Materi praktik meliputi identifikasi jenis bahan kimia, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat, isolasi area tumpahan atau lokalisir ceceran menggunakan spill kit, proses pembersihan dan dekontaminasi, hingga pelaporan serta pengelolaan limbah sisa penanganan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Baca juga: Gandeng Perumda Paljaya, JIEP Perkuat Pengelolaan Limbah di Pulogadung
Melalui kegiatan tersebut, PLN UIT JBB terus memperkuat budaya keselamatan dan kepedulian lingkungan dalam setiap lini operasional.
Upaya tersebut sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) serta komitmen PLN untuk menjalankan proses bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
PLN juga terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus meminimalkan potensi pencemaran lingkungan.