Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tuntas Diperbaiki dengan SpeedCrete, Jembatan Marunda Sudah Bisa Dilintasi

Kompas.com, 10 September 2023, 11:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai akses utama aktivitas logistik ekspor dan impor, Jembatan Marunda padat dilalui kendaraan berat dari dan ke pelabuhan serta menjadi penghubung antara DKI Jakarta dan Bekasi.

Kepadatan lalu lalang kendaraan berat menyebabkan getaran yang konstan sehingga struktur lantai jembatan ambrol sejak akhir 2022 silam.

Selain itu, aspal lapisan atas lantai jembatan dalam kondisi rusak dan berbahaya jika dilalui kendaraan dan menyebabkan kemacetan.

Penggantian lapisan aspal dengan material beton dipertimbangkan agar lebih tahan lama dan memberikan kenyamanan pengguna jalan.

Baca juga: SBI Pabrik Narogong Gelar Pelatihan Desa Tangguh Bencana

Menindaklanjuti hal tersebut, sejak Juni lalu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP) yang merupakan unit usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), melaksanakan pekerjaan perbaikan jalan jembatan Marunda agar kembali aman dilalui masyarakat dan lalu lintas kembali lancar.

Perbaikan jalan terdiri dari perbaikan struktur lantai jembatan, dan perbaikan lapisan aspal yang rusak di kedua sisi jembatan menggunakan solusi rapid setting SpeedCrete, yaitu aplikasi beton cepat kering dalam hitungan jam yang ramah lingkungan.

Pengaplikasian lapisan aspal dengan material beton dilakukan menggunakan teknologi Laser Screed dan 3D Profiler System, agar lapisan aspal lebih aman dilalui kendaraan berat serta memiliki daya tahan yang lebih kuat.

Plt. Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo menuturkan, proyek perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja DBM tahun 2023 yang meliputi perbaikan jembatan.

DBM Provinsi DKI Jakarta kembali mempercayakan perbaikan jembatan kepada PLP yang telah terbukti dapat menyelesaikan pekerjaan perbaikan jalan dengan cepat dan efisien.

Baca juga: SBI Tanam Pohon untuk Jakarta Berkelanjutan

Heru menjelaskan bahwa Jembatan Marunda saat ini sudah bisa dilalui dengan aman.

“Mulai 8 September 2023, Jembatan Marunda sudah bisa dilalui. Pekerjaan perbaikan sudah dilakukan dengan baik dan dipastikan mampu dilewati kendaraan-kendaraan berat yang lalu lalang di jembatan ini," kata Heru.

Sementara itu, Direktur PLP Widodo Ariawan menjelaskan tantangan dan cakupan pekerjaan perbaikan Jembatan Marunda.

Menurutnya, pekerjaan ini memiliki tantangan tersendiri, mengingat Jembatan Marunda ini merupakan jalur komersial dengan lalu lintas padat yang menghubungkan DKI Jakarta dan Bekasi, sehingga pekerjaan jalan harus dilakukan dengan sangat cepat untuk mengurangi dampak kemacetan.

"Kami membangun kembali jalan menggunakan SpeedCrete yang dapat kering dalam waktu empat jam dan delapan jam pada permukaan beton sepanjang 452 meter," jelas Widodo.

Baca juga: Dukung Pendidikan dan Pemberdayaan Terintegrasi, SBI Hadirkan Solusi Academy

Dia mengharapkan, SBI dapat terus berkontribusi dalam pembangunan atau pemeliharaan jalan dan jembatan di DKI Jakarta dengan solusi-solusi bernilai tambah.

Perbaikan lapisan beton jembatan menggunakan SpeedCrete memungkinkan pekerjaan perbaikan jembatan berlangsung lebih cepat dan efisien.

SpeedCrete mengoptimalisasi material dan sumber daya lokal dengan mencatatkan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pekerjaan di Jalan Pakin Paket 1 tahun 2022 dengan nilai pascaaudit oleh Sucofindo sebesar 67,14 persen.

Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah untuk peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau