Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emisi Pelayaran Global Sebabkan Kerusakan Ekonomi Hingga Rp18,05 Kuadriliun

Kompas.com, 8 November 2026, 22:01 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Riset terbaru menemukan bahwa emisi dari sektor pelayaran internasional menyebabkan kerugian ekonomi global yang diperkirakan mencapai 963 miliar dolar AS (sekitar Rp17,38 kuadriliun) sepanjang tahun 1990 hingga 2020.

Melansir Edie, Jumat (6/11/2026) temuan ini berasal dari analisis Zero Carbon Analytics (ZCA), yang menghitung kerusakan ekonomi dengan menggabungkan data emisi pelayaran internasional milik Organisasi Maritim Internasional (IMO) dengan kalkulator dampak iklim yang dikembangkan oleh para peneliti dari Stanford University.

Analisis ini mengukur akumulasi emisi pelayaran sebesar 19.029 juta ton CO2 antara tahun 1990 dan 2020. Peneliti menerapkan model simulasi yang menghubungkan emisi CO2 dengan kenaikan suhu global, serta mengukur dampak kenaikan suhu tersebut terhadap pertumbuhan PDB (GDP).

Dengan menggunakan tingkat diskonto 2 persen, model ini memperkirakan total kerusakan ekonomi global mencapai 962,7 miliar dolar AS (Rp17,37 kuadriliun).

Untuk membagikan nilai kerugian ini antarnegara, ZCA menggunakan estimasi tingkat negara dari peta kerugian milik model tersebut, menghitung porsi tiap negara, lalu menerapkannya pada total dampak emisi pelayaran.

Baca juga: Studi Ungkap 25 Persen Emisi Karbon Sektor Pelayaran Dunia dari Kapal di Sungai

Berdasarkan analisis tersebut, Amerika Serikat mengalami dampak ekonomi terbesar yang diperkirakan mencapai 280,7 miliar dolar AS (sekitar Rp5,07 kuadriliun), disusul oleh China sebesar 113,5 miliar dolar AS (sekitar Rp2,05 kuadriliun) dan Jepang sebesar 66,8 miliar dolar AS (sekitar Rp1,21 kuadriliun).

Meski demikian, jika diukur berbanding lurus dengan total output ekonomi nasional, dampaknya terasa jauh lebih berat bagi beberapa negara berpendapatan rendah dan perekonomian di Timur Tengah.

Analisis ini memperkirakan bahwa kerugian iklim akibat emisi pelayaran memangkas produk domestik bruto (PDB) Uni Emirat Arab pada tahun 2020 sebesar 0,35 persen, Arab Saudi sebesar 0,34 persen, Mali sebesar 0,32 persen, dan Burkina Faso sebesar 0,30 persen.

Emisi pelayaran global

Pelayaran internasional menyumbang sekitar 2 persen dari total emisi karbon dioksida global. Pada tahun 2018, karbon dioksida mewakili sedikit lebih dari 98 persen dari total emisi sektor pelayaran, yang mencakup aktivitas penerbangan/pelayaran internasional, domestik, hingga penangkapan ikan.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah menetapkan target pengurangan emisi pada tahun 2023, yang mewajibkan sektor ini untuk memangkas emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan setidaknya 20 persen pada tahun 2030 dan minimal 70 persen pada tahun 2040 dibandingkan level tahun 2008.

Target tersebut juga mengarah pada pencapaian emisi nol bersih  pada atau sekitar tahun 2050.

Kerangka Kerja Emisi Nol Bersih yang diusulkan telah disetujui pada April 2025, tetapi belum disahkan secara resmi.

Aturan ini akan menjadi mekanisme global pertama yang mengikat secara hukum bagi seluruh industri pelayaran, yang menggabungkan batasan emisi dengan penetapan harga gas rumah kaca.

Namun, pengesahannya tertunda akibat perdebatan mengenai besarnya biaya penerapan serta ketegangan politik.

Perdebatan finansial ini berfokus pada biaya penyediaan dan pelaksanaan kerangka kerja tersebut.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pembiayaan Tambang Harus Perhatikan Risiko HAM dan Lingkungan
Pembiayaan Tambang Harus Perhatikan Risiko HAM dan Lingkungan
LSM/Figur
Emisi Pelayaran Global Sebabkan Kerusakan Ekonomi Hingga Rp18,05 Kuadriliun
Emisi Pelayaran Global Sebabkan Kerusakan Ekonomi Hingga Rp18,05 Kuadriliun
Pemerintah
Riset: Media Sosial Optimalkan Penyaluran Bantuan Bencana
Riset: Media Sosial Optimalkan Penyaluran Bantuan Bencana
Pemerintah
Studi Ungkap Polusi Suara Ganggu Biologi dan Perilaku Satwa Global
Studi Ungkap Polusi Suara Ganggu Biologi dan Perilaku Satwa Global
Pemerintah
Waqf Run 2026 Ajak Peserta Berlari Sambil Berwakaf untuk Pemulihan Hutan
Waqf Run 2026 Ajak Peserta Berlari Sambil Berwakaf untuk Pemulihan Hutan
LSM/Figur
Keluar dari Ilusi Produktivitas, Ketika Karyawan Makin Produktif tapi Keterikatan Menurun
Keluar dari Ilusi Produktivitas, Ketika Karyawan Makin Produktif tapi Keterikatan Menurun
Swasta
Dana Karbon Norwegia untuk Pemulihan Hutan Lindung Terdegradasi di Sukabumi
Dana Karbon Norwegia untuk Pemulihan Hutan Lindung Terdegradasi di Sukabumi
LSM/Figur
Kepunahan Siamang Turut Perparah Pemanasan Bumi dan Cuaca Ekstrem
Kepunahan Siamang Turut Perparah Pemanasan Bumi dan Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Enam Aksi Iklim Kunci Berpotensi Selamatkan 1,6 Juta Jiwa Tiap Tahun
Enam Aksi Iklim Kunci Berpotensi Selamatkan 1,6 Juta Jiwa Tiap Tahun
Pemerintah
Hilirisasi Sumbang 34 Persen Investasi Nasional, Mineral Kritis Jadi Penggerak
Hilirisasi Sumbang 34 Persen Investasi Nasional, Mineral Kritis Jadi Penggerak
Pemerintah
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
Swasta
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
Swasta
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
LSM/Figur
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Swasta
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau