Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
HILIRISASI INDUSTRI

PT GNI Wujudkan Komitmen Keberlanjutan Lingkungan dengan Penanaman Mangrove

Kompas.com, 25 November 2024, 16:54 WIB
Sheila Respati

Penulis

KOMPAS.com–PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) melakukan penanaman mangrove di area Pantai Bahagia yang terletak di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu (23/11/2024) ini merupakan inisiatif perusahaan untuk memperbaiki ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan.

Untuk melaksanakan kegiatan ini PT GNI kerja sama dengan Komunitas Backpacker Jakarta (BPJ).

Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya sebagai perwujudan corporate social responsibility (CSR), melainkan cerminan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda keberlanjutan global yang sejalan dengan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) dalam operasional perusahaan.

“Kami menyadari pentingnya penerapan SDGs dalam operasional perusahaan terhadap pelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan. Bagi kami, penanaman mangrove ini adalah salah satu langkah kecil untuk memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Mellysa dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (25/11/2024).

Adapun penanaman mangrove dipilih karena tanaman ini memberikan manfaat yang signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Mangrove juga memiliki peran penting bagi flora dan fauna endemik di wilayah sekitaran pantai, terutama yang rawan terkena dampak perubahan iklim.

Dengan inisiatif ini, kata Mellysa, perusahaan berharap dapat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim yang sejalan dengan komitmen aksi keberlanjutan perusahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dari inisiatif-inisiatif lain dalam hal menjaga keberlangsungan lingkungan.

“Kami akan terus mencari cara untuk berkontribusi terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik dalam program keberlanjutan lainnya. Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama dan setiap langkah kecil yang kita ambil akan membawa perubahan besar bagi masa depan. Kami juga dengan senang hati menyambut kolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi sama,” jelas Mellysa.

Selain penanaman mangrove, PT GNI dan BPJ juga mengadakan edukasi singkat serta bakti sosial di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pantai Bahagia 04 Muara Gembong. Turut hadir dalam acara tersebut, co-founder BPJ Henry Saputra yang sangat mengapresiasi upaya PT GNI dalam menjaga lingkungan sekitar pantai. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi komitmen besar untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Bakti sosial diadakan oleh PT GNI usai penanaman mangrove. DOK. PT GNI Bakti sosial diadakan oleh PT GNI usai penanaman mangrove.

“Terima kasih untuk kesempatan kolaborasi ini. Kami hadir di sini bukan hanya sebagai komunitas jalan-jalan, tetapi juga menjadi komunitas yang memberikan manfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Henry.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pantai Bahagia Ahmad Qurtubi juga menyambut baik upaya yang dilakukan PT GNI dengan BPJ. Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi serta mendorong perusahaan lain dalam upaya pelestarian alam.

“Kegiatan ini bukanlah hal yang sia-sia karena (menanam) mangrove merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga alam yang tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga global. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan peduli? Rekan-rekan dari PT GNI dan BPJ telah melakukan hal itu,” ucap Ahmad.

Sebagai informasi, penanaman mangrove memiliki peran strategis dalam menenun tujuan environmental, social, and governance (ESG) PT GNI, khususnya pada aspek lingkungan. Kegiatan ini juga sejalan dengan sejalan dengan SDGs perusahaan, seperti pada poin 13 terkait penanganan perubahan iklim dan poin 14 terkait menjaga ekosistem laut. (Rindu P Hestya)

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau