Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Perbaiki Pantai Pacitan, DMC Dompet Dhuafa Lestarikan Penyu dengan Bangun Saung Konservasi Penyu

Kompas.com, 1 Desember 2024, 14:36 WIB
Rafa Zahra Atifa,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Dompet Dhuafa melakukan pelepasan tukik ke laut sebagai bentuk seremonial peresmian Saung Konservasi Penyu dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Pesisir Pantai Soge, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2024).

General Manager Program Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono mengatakan bahwa pendirian Saung Konservasi Penyu di Pantai Soge merupakan program lanjutan DMC Dompet Dhuafa terkait perbaikan lingkungan di wilayah Pacitan.

“Program ini dilakukan setelah kami terlibat dengan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan pantai dengan pembangunan permeabel dan juga pembibitan mangrove,” ujar Arif dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/12/2024).

Baca juga: Dompet Dhuafa Dorong Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Menurut Arif, pembangunan Saung Konservasi Penyu merupakan salah satu cara DMC Dompet Dhuafa untuk berkontribusi dalam perbaikan kondisi lingkungan pantai yang ada di Pacitan.

“Penyu merupakan salah satu parameter dari kondisi laut. Keberadaan penyu di lautan menjadi salah satu parameter bahwa kondisi laut baik,” ujarnya.

Ia juga berharap, Saung Konservasi Penyu di Desa Sidomulyo dapat menjadi titik awal proses sosialisasi dan edukasi kepada warga untuk mengetahui lebih banyak tentang penyu.

Baca juga: Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Kualitas Layanan, LPM Dompet Dhuafa Latih Trainer Amil Jenazah

“Pembangunan Saung Konservasi Penyu ini juga menjadi salah satu cara kami untuk mengedukasi warga agar dapat mengurangi perburuan dan konsumsi penyu beserta telurnya,” tutur Arif.

Selain itu, acara tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, beberapa stakeholder, dan masyarakat Desa Sidomulyo.

Pendirian Saung Konservasi Penyu di Desa Sidomulyo yang merupakan desa dampingan DMC Dompet Dhuafa dalam Program Kawasan Tanggap dan Tangguh Bencana (KTTB) mendapatkan sambutan baik dari Pemkab Pacitan.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Grand Indonesia Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Tanah Abang

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Pacitan Bambang Marhaendrawan menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan program DMC Dompet Dhuafa untuk menjaga kawasan lingkungan pantai di Pacitan.

Ia berharap, pelestarian alam, terutama pantai di Pacitan dapat terus berlanjut setelah acara peresmian selesai.

“Kelestarian dan kebersihan alam merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga-lembaga yang ada di Pacitan,” ujar Bambang.

Kepala DLH Kabupaten Pacitan Cicik Roudlotul Jannah mengamini pernyataan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa dalam menjaga kelestarian alam di wilayah Pacitan sangat bermanfaat bagi masyarakat Pacitan lewat pemanfaatan pariwisata yang unik.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Grand Indonesia Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Tanah Abang

Ia mengatakan bahwa konservasi tersebut akan menjadi ciri khusus dari Pantai Soge dan beberapa pantai di Pacitan. Hal ini dikarenakan konservasi penyu yang masih jarang ditemukan di pantai Indonesia.

“Saya berharap, penghasilan masyarakat pesisir dapat meningkat berkat konservasi penyu yang maju dan kunjungan wisata yang semakin banyak,” tutur Cicik.

Selain pelepasan tukik, acara tersebut juga menghadirkan diskusi publik mengenai “Konservasi Penyu, Selamatkan Kepunahan”.

Diskusi tersebut menghadirkan beberapa panelis, seperti Manajer Kesiapsiagaan dan Adaptasi Perubahan Iklim DMC Dompet Dhuafa Akhmad Baikhaki, Anggota Sahabat Penyu Pacitan Cuboh Hember, dan Kepala Desa Sidomulyo Agus Sugiyanto.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Grand Indonesia Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Tanah Abang

Peresmian Saung Konservasi Penyu di Desa Sidomulyo bukan hanya simbol dari upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga cerminan sinergi berbagai pihak untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Dengan langkah ini, DMC Dompet Dhuafa berharap dapat mewujudkan harapan akan keseimbangan ekosistem laut, kesadaran masyarakat yang lebih tinggi terhadap pelestarian alam, serta peluang pemberdayaan ekonomi berbasis pariwisata.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau