Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 April 2025, 18:59 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025 yang jatuh tiap 22 April, Singapore Intercultural School (SIS) South Jakarta menggelar rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan sekaligus mendorong aksi nyata dari para siswa.

Acara yang mengusung tema “Our Planet, Our Power” ini digelar pada Selasa (23/4/2025) dengan melibatkan siswa dari kelas 6 hingga kelas 11.

Tak sekadar perayaan, kegiatan tersebut menjadi wadah edukatif lintas bidang yang diinisiasi langsung oleh siswa Junior College 1 sebagai bagian dari mata pelajaran Environmental Systems & Societies.

Para siswa belajar tentang berbagai tantangan lingkungan sekaligus solusi yang dapat dilakukan mulai dari lingkup komunitas sekolah.

Baca juga: Gelar Mega Bazaar 2025, SIS South Jakarta Bangun Semangat Kewirausahaan dan Tanggung Jawab Sosial

“Pendidikan harus mendorong siswa tidak hanya memahami isu, tapi juga bertindak nyata. Earth Day di SIS South Jakarta adalah contoh bagaimana pelajar bisa menjadi motor perubahan,” ujar guru Biologi dan ESS yang menjadi penasihat acara, Manuel Alejandro Urbina Ramirez dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan puncak diisi dengan talkshow interaktif yang menghadirkan beragam pembicara dari lembaga internasional, kedutaan besar, perusahaan konsultan lingkungan, dan organisasi non-profit. Di antaranya adalah perwakilan United Nations Indonesia Miklos Gaspar, perwakilan Kedutaan Besar Denmark, konsultan dari Environmental Resources Management (ERM), serta aktivis muda Pandawara Group.

Dari pemerintah, hadir pula Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanifah Dwi Nirwana. Ia mengapresiasi partisipasi sekolah dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan sejak dini.

“Pemerintah mendukung penuh organisasi yang aktif mengedukasi isu keberlanjutan, terutama sejak usia anak-anak. Kami pun tengah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pandawara dan Kedutaan Denmark, untuk memperluas edukasi lingkungan,” ujarnya.

Selain talkshow, para siswa juga diajak merayakan gaya hidup hijau melalui eco fashion show yang menampilkan busana dari bahan daur ulang, serta lokakarya pengolahan sampah dan upcycling. Komunitas sekolah pun diajak melakukan aksi kecil berdampak besar seperti carpooling, berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, hingga ikut dalam kampanye “1-hour Lights-Out”.

Baca juga: Gelar SIS Olympics 2024, SIS Group of Schools Satukan Siswa dari 3 Negara dalam Olahraga, Seni, dan Public Speaking

Administrative Head Teacher SIS South Jakarta, Fitriyanti Ie, menegaskan bahwa aksi lingkungan merupakan bagian dari nilai pendidikan yang diusung SIS Group.

“Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan biodiversitas yang luar biasa, berada di garis depan dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup. Karena itu, implementasi prinsip United Nations Sustainable Development Goals (UNSDGs) bukan lagi sekadar pilihan, tapi sebuah keharusan,” ujarnya.

Sejak UNSDGs disahkan 2015, tambahnya, SIS Group of Schools sudah berkomitmen dalam mengimplementasikan delapan poin yang ada dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan darat dan laut.

“Pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, melainkan pembentuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin siswa SIS SJ menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi dunia,” ucap Fitriyanti.

Baca juga: SIS Gandeng Nafas Indonesia, Wujudkan Zona Udara Bersih di Lingkungan Sekolah

Adapun delapan poin tersebut di antaranya SDG poin tiga, empat, lima, enam, tujuh, 12, 14, dan 15. 

“Delapan poin dari UNSDGs tersebut memang termasuk value dan goal kami. Kami berharap, poin-poin ini dapat terus diaplikasikan oleh komunitas SIS SJ di kehidupan sehari-hari agar menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” sambung Fitriyanti.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau