Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Janji Besar, Nyatanya Nol, Bank-bank Inggris Masih Danai Energi Fosil

Kompas.com, 2 Juni 2025, 14:01 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Laporan baru lembaga think tank InfluenceMap menemukan bahwa bank-bank terbesar di Inggris sebagian besar membiayai perusahaan bahan bakar fosil meskipun telah membuat komitmen publik untuk mencapai nol emisi bersih pada 2050.

Menurut InfluenceMap, bank-bank terbesar seperti Barclays, HSBC, Lloyds, dan NatWest menginvestasikan 119 miliar poundsterling dalam bisnis bahan bakar fosil, termasuk minyak dan gas antara tahun 2020 hingga 2024.

Angka tersebut sekitar dua kali lipat investasi ramah lingkungan selama periode yang sama.

Melansir Know ESG, Rabu (30/5/2025) Lloyds, HSBC, dan Barclays masih condong dalam mendanai industri yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dibandingkan dengan investasi yang mendukung keberlanjutan.

Lloyds mengalirkan 3,1 kali lebih banyak dana ke proyek bahan bakar fosil dibandingkan kegiatan hijau.

Baca juga: Emisi Industri Bahan Bakar Fosil Picu Kenaikan Signifikan Permukaan Laut

Sedangkan HSBC mengikuti di belakangnya dengan pendanaan 2,9 kali lebih banyak. Barclays menunjukkan pendanaan yang lebih kecil dibandingkan dua lainnya, yakni dengan mendanai 1,8 kali lebih banyak untuk bahan bakar fosil daripada kegiatan hijau.

"Meskipun bank-bank tersebut mungkin secara lisan menyatakan komitmen terhadap tujuan iklim, tindakan nyata mereka bertentangan dengan tujuan tersebut dan pada akhirnya akan menimbulkan konsekuensi negatif bagi stabilitas keuangan mereka sendiri dalam jangka panjang," ungkap Bonnie Steinberg, analis senior di InfluenceMap.

Sementara itu, NatWest mendanai lebih banyak kegiatan hijau daripada bahan bakar fosil, menunjukkan komitmen yang lebih baik terhadap keberlanjutan dibandingkan dengan Lloyds, HSBC, dan Barclays.

Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun demikian, NatWest dan semua bank besar Inggris lainnya masih belum sepenuhnya berhenti mendukung industri bahan bakar fosil, termasuk ekspansinya.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa bank-bank tersebut mendukung bisnis yang mencemari lingkungan melalui kebijakan dan praktik lobi mereka.

Meskipun ada beberapa pembatasan pada investasi langsung dalam perluasan bahan bakar fosil baru, kebijakan ini memiliki celah yang memungkinkan mereka mendukung pencemar besar tanpa hukuman.

Artinya, uang masih dapat mengalir deras ke industri-industri dengan emisi tinggi secara tidak langsung atau melalui mekanisme pembiayaan lainnya.

Sebagai informasi, Barclays dan HSBC dilaporkan melobi pemerintah Inggris untuk melemahkan regulasi keuangan berkelanjutan di Inggris.

Baca juga: Transisi dari Bahan Bakar Fosil Bisa Perkuat Ketahanan Energi Negara

Tindakan lobi ini secara tegas menimbulkan pertanyaan tentang praktik greenwashing.yang merajalela di pasar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) saat ini, karena tidak adanya undang-undang yang ketat.

Laporan juga memperingatkan bahwa dengan terus mendanai bahan bakar fosil, bank bukan hanya memperburuk krisis iklim global tetapi juga menciptakan risiko keuangan yang besar bagi diri mereka sendiri dalam jangka panjang karena aset-aset fosil tersebut kemungkinan besar akan kehilangan nilai di tengah kebijakan iklim yang semakin ketat.

Steinberg berpendapat bank-bank pun perlu mengubah kebijakan mereka secara fundamental agar selaras dengan janji-janji iklim ambisius mereka.

Ini berarti mereka harus berhenti mendanai proyek-proyek bahan bakar fosil yang ekspansif dan sebaliknya, mengalihkan investasi mereka secara serius ke teknologi dan kegiatan hijau pada bukti ilmiah yang kuat.

Tanpa perubahan ini, janji-janji iklim bank akan tetap menjadi greenwashing dan tidak efektif.

Baca juga: AS Tarik Diri, China Maju Bangun Proyek dan Salurkan Dana Iklim ke Pasifik

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau