Jakarta, Kompas.com - Situs warisan dunia Istana Kerajaan Tiébélé di Burkina Faso terancam perubahan iklim. Kini, situs tersebut di ambang kehancuran. Istana Kerajaan Tiébélé merupakan salah satu dari hanya empat situs Burkina Faso yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.
Berdasarkan laman resmi UNESCO, Istana Kerajaan Tiébélé berdiri sejak abad ke-16 dan berada di kaki bukit Tchébili.
Ini adalah kompleks arsitektur tanah yang menjadi bukti organisasi sosial dan nilai-nilai budaya masyarakat Kasena.
Istana Kerajaan Tiébélé memiliki arsitekturnya khas yang memadukan tanah, kayu, kotoran sapi, dan jerami. Istana ini ditata berdasarkan distribusi sosial maupun spasial yang merujuk pada status penghuninya.
Namun, pola hujan di Tiébélé yang tidak dapat diprediksi mengganggu pekerjaan restorasi situs warisan dunia itu.
"Untuk mengecat dinding, dinding harus benar-benar kering, tetapi hujan sudah mulai turun saat kami sedang melakukan restorasi," ujar seorang warga muda di Tiébélé, Abdou Anè, dilansir dari The Guardian, Senin (18/8/2025).
Lembaran plastik tidak cukup untuk melindungi lukisan-lukisan tersebut dari hujan. Meski sangat bangga Istana Kerajaan Tiébélé telah diakui sebagai situs warisan dunia, kata dia, masyarakat Kasena membutuhkan bantuan untuk terus melestarikannya.
"Saat ini, lebih mudah membangun dengan atap logam dan semen," ucapnya.
Menurut Anè, hujan biasanya hanya turun sekali pada bulan Maret atau April, atau dikenal sebagai 'hujan mangga'. Namun, saat ini hujan mengguyur tempat tinggalnya tiga hingga empat kali.
“Terkadang kami mendapatkan hujan di saat-saat yang sebelumnya tidak kami dapatkan," tutur Anè.
Kata dia, ada pohon-pohon yang tidak berbuah lagi. Padahal, itu berasal dari pohon-pohon yang dulu digunakan masyarakat Kasena untuk membangun rumah. Masyarakat Kasena, terutama para lansia yang masih ingat seperti apa iklim di masa lalu, khawatir dengan perubahan baru tersebut.
Hujan turun deras – lebih dari yang diperkirakan – menjadi fenomena yang tidak dipahami masyarakat Kasena.
"Misalnya, sekarang sudah bulan Agustus dan tidak ada hujan. Mereka yang telah melihat musim-musim di masa lalu dan membandingkannya dengan sekarang merasa khawatir. Mereka yang lahir dalam situasi ini tidak memahami perubahan tersebut," ujar Anè.
Dalam budaya Kasena, para perempuan bertanggung jawab untuk mengecat rumah-rumah. Mereka menggunakan pigmen yang diekstrak dari batu laterit, tanah liat, basal, dan bahkan kotoran sapi – bahan-bahan asli wilayah tersebut – untuk garis-garis lukisan unik. Mereka merebus buah pohon néré untuk membuat pernis yang menyegel cat.
Lukisan-lukisan di dinding-dinding rumah di kawasan situs warisan dunia itu merepresentasikan pemikiran, budaya, serta agama masyarakat Kasena. Rumah-rumah berdinding bergelombang yang dilapisi garis-garis geometris unik Istana Kerajaan Tiébélé di Burkina Faso juga merupakan destinasi wisata yang terkenal.
Namun, selama bertahun-tahun, kunjungan wisatawan ke Istana Kerajaan Tiébélé merosot karena kekerasan jihadis melanda Burkina Faso dan negara-negara tetangganya seperti Mali dan Niger sejak 2015.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya