Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNU Yogyakarta Buka Beasiswa Kuliah terkait Pembangunan Berkelanjutan

Kompas.com, 21 Juli 2026, 15:07 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) membuka Program Beasiswa Talenta Lestari 2026 untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pembangunan berkelanjutan dan lingkungan.

Program hasil kolaborasi UNU Jogja, Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), dan PT Alamtri Resources Indonesia (AlamTri) itu menyediakan beasiswa penuh bagi 100 mahasiswa selama empat tahun, disertai program pengembangan kapasitas di bidang kepemimpinan, inovasi, dan keberlanjutan.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif UNU Jogja Ian Agisti Dewi Rani mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Baca juga: Menentukan Strategi Pembangunan Global setelah Agenda SDGs 2030

Menurut Ian, generasi muda akan memegang peran penting dalam pencapaian berbagai target global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditargetkan tercapai pada 2030.

"UNU Jogja berkomitmen melahirkan lulusan yang profesional dan siap menjawab tantangan global. Melalui pilar Future Studies, fokus institusi diarahkan pada penyelesaian kemiskinan, pendidikan berkualitas, percepatan inovasi industri, krisis iklim, dan kerja sama berkelanjutan," ujar Ian dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, beasiswa tersebut tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dirancang untuk membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam pengembangan program keberlanjutan.

Selama masa studi, penerima beasiswa akan mengikuti berbagai pelatihan, antara lain penguatan kemampuan bahasa Inggris, kepemimpinan, hingga pengembangan proyek-proyek keberlanjutan.

Menurut Ian, mahasiswa juga didorong mengembangkan gagasan yang dapat diimplementasikan menjadi proyek nyata di bidang lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun inovasi.

Tantangan pembangunan

Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie, mengatakan investasi pada pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

"Melalui Beasiswa Talenta Lestari bersama UNU Jogja, kami berkomitmen melahirkan calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kemampuan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan di berbagai sektor," ujarnya.

Program beasiswa tersebut terbuka bagi lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat yang telah diterima sebagai mahasiswa UNU Jogja angkatan 2026.

Baca juga: Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi

Peserta dapat mendaftar melalui empat jalur seleksi, yakni jalur proyek keberlanjutan (sustainable project), jalur talenta, jalur khusus pesantren, dan jalur afirmasi.

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa pada sembilan program studi, yaitu Agribisnis, Teknologi Hasil Pangan, Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Studi Islam Interdisipliner.

Pendaftaran dibuka mulai 21 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Selain melalui program beasiswa, UNU Jogja juga mengembangkan berbagai inisiatif yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. Di antaranya melalui Decarbonomics Center yang berfokus pada riset dekarbonisasi, pengembangan kemasan pangan ramah lingkungan, hingga inovasi mahasiswa berupa tempat sampah pintar dan gim edukasi ekonomi sirkular yang memperoleh penghargaan pada ajang internasional.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Pemerintah
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Pemerintah
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
Pemerintah
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
Pemerintah
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Pemerintah
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
LSM/Figur
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
Pemerintah
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Pemerintah
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
Pemerintah
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
LSM/Figur
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau