Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 20:50 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com — Keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengelola keuangan, menghitung biaya, serta mengambil keputusan bisnis secara terukur.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam gelaran UMKM Digital Finance Tour – Medan Edition yang digelar di Hotel Aryaduta Medan, Sumatera Utara, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan ratusan pelaku UMKM Kota Medan untuk belajar memperkuat fondasi bisnis melalui pemanfaatan solusi digital.

Melalui platform UMKM Pintar, hasil kolaborasi PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank) bersama Women’s World Banking dan Platform Usaha Sosial (Plus), pelaku usaha diperkenalkan pada berbagai materi dan fitur yang dapat membantu mereka mengelola usaha secara lebih profesional dan terukur.

Baca juga: Mendag Andalkan Perjanjian Dagang untuk Dongkrak Ekspor Produk UMKM

Bagi sebagian pelaku UMKM, tantangan dalam menjalankan usaha bukan hanya soal mendapatkan pelanggan atau meningkatkan penjualan. Pengelolaan keuangan yang belum tertata juga dapat menyulitkan mereka mengetahui kondisi bisnis sebenarnya.

Hal itu dialami Miftah Fatimah Salena Nasution, pengusaha sambal asal Medan. Sebelum mengenal UMKM Pintar, ia mengaku pengelolaan usahanya masih sederhana karena aktivitas bisnis dilakukan dari satu bazar ke bazar lainnya dengan tim yang tidak tetap.

“Selama ini sistem usaha kami masih berpindah dari bazar ke bazar dengan tim yang tidak tetap. Tantangan terbesarnya ada di pengelolaan keuangan, kami hanya berpikir belanja, jualan, dapat uang, lalu diputar lagi tanpa sempat menghitung berapa persen keuntungan bersih yang sebenarnya didapat,” ujar Miftah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Baca juga: BRI dan Pemprov Maluku Utara Berkolaborasi Perkuat UMKM dan Potensi Desa

Situasi tersebut mulai terbantu setelah Miftah menggunakan fitur Kalkulator HPP (Harga Pokok Penjualan) di UMKM Pintar. Menurutnya, fitur tersebut membantu pelaku usaha memahami perhitungan biaya dengan cara yang lebih sederhana.

“Fitur kalkulator HPP ini sangat bermanfaat dan membantu wirausaha, terutama perempuan yang padat aktivitas dan tidak memiliki tim khusus. Penggunaannya sangat mudah, tinggal input data saja dan menu-menunya mudah dimengerti,” tambahnya.

Pengalaman serupa dirasakan Eni, pemilik usaha frozen food. Ia menilai platform tersebut membantu pencatatan keuangan dan perhitungan kebutuhan modal tanpa harus mengandalkan pencatatan manual di buku.

“Penggunaannya gampang banget, tinggal ketik dan langsung keluar hasilnya. Fitur yang paling bermanfaat buat saya itu Kalkulator HPP dan Kalkulator Pinjaman. Kita jadi tahu apakah margin keuntungan kita masuk akal atau tidak,” ujar Eni.

Baca juga: Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis dan Perkuat UMKM Nasional

Menurut Eni, fitur Kalkulator Pinjaman juga memberikan simulasi pinjaman berdasarkan kemampuan omzet sehingga pelaku usaha dapat mempertimbangkan kebutuhan modal dengan lebih terukur.

Digitalisasi untuk mendukung UMKM tumbuh mandiri

Upaya memperkuat fondasi usaha tersebut sejalan dengan peran perbankan digital yang tidak hanya menyediakan layanan transaksi keuangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan, digitalisasi dapat membantu pelaku usaha yang selama ini masih mengandalkan proses pengelolaan keuangan secara manual.

“Kami tidak hanya berperan menyediakan layanan keuangan, tetapi juga berkomitmen mendorong digitalisasi melalui edukasi manajemen keuangan yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual. Kami ingin membantu pelaku usaha mengelola keuangan dan memahami kinerja bisnisnya secara lebih terarah, agar mereka mampu mengambil keputusan strategis yang tepat,” tegas Sasmaya.

Baca juga: KKI 2026 Jadi Etalase Karya UMKM Unggulan Nusantara

Platform UMKM Pintar juga dirancang dengan pendekatan inklusif. Platform tersebut dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, baik nasabah SeaBank maupun non-nasabah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Swasta
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Pemerintah
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
Swasta
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Pemerintah
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
LSM/Figur
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Swasta
Catatan APMRC ke-6, Realitas Lokal Menentukan Arah Keberlanjutan Global
Catatan APMRC ke-6, Realitas Lokal Menentukan Arah Keberlanjutan Global
Swasta
Kulit Semangka Berpotensi Diolah Jadi Pangan, tetapi Keamanan Harus Diperhatikan
Kulit Semangka Berpotensi Diolah Jadi Pangan, tetapi Keamanan Harus Diperhatikan
LSM/Figur
Daerah Penghasil Nikel Tanggung Kerugian Ekologi yang Besar
Daerah Penghasil Nikel Tanggung Kerugian Ekologi yang Besar
LSM/Figur
Ternak Ayam Terbentur Larangan Beternak Unggas di Permukiman Padat Jakarta
Ternak Ayam Terbentur Larangan Beternak Unggas di Permukiman Padat Jakarta
Pemerintah
PBB Peringatkan Kerugian Akibat Kerusakan Lahan Jauh Melampaui Biaya Restorasi
PBB Peringatkan Kerugian Akibat Kerusakan Lahan Jauh Melampaui Biaya Restorasi
Pemerintah
Transaksi Langkah Membumi Naik Dua Kali Lipat, Minat Produk Ramah Lingkungan Menguat
Transaksi Langkah Membumi Naik Dua Kali Lipat, Minat Produk Ramah Lingkungan Menguat
Swasta
AI Paling Efektif Bantu Pekerja Jika Dipadukan dengan Pengalaman
AI Paling Efektif Bantu Pekerja Jika Dipadukan dengan Pengalaman
Pemerintah
TPST Bantargebang Dibayangi Risiko Kebakaran akibat Gas Metana
TPST Bantargebang Dibayangi Risiko Kebakaran akibat Gas Metana
Pemerintah
Studi: Banyak Kantor Enggan Terapkan Makan Siang Ramah Lingkungan
Studi: Banyak Kantor Enggan Terapkan Makan Siang Ramah Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau