Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 September 2026, 16:02 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Kesejahteraan pekerja (employee well-being) tidak lagi sebatas program pelengkap atau sekadar fasilitas tambahan dari perusahaan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan bisnis, aspek kesejahteraan fisik dan mental talenta kini bergeser menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan dan implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mencatat gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan memicu kerugian produktivitas hingga mendekati US$ 1 triliun.

Di luar isu burnout, kecemasan atas kepastian pekerjaan (job security) juga menjadi tantangan besar. Berdasarkan survei global tahun 2025, sekitar 25 persen pekerja mengalami stres berat akibat kekhawatiran kehilangan pekerjaan.

Persoalan ini menegaskan kelelahan kerja (burnout) maupun kecemasan akibat ketidakpastian pekerjaan tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga mengancam kapasitas dan daya tahan keberlanjutan sebuah organisasi.

Keberlanjutan sebuah bisnis sangat bergantung pada bagaimana organisasi mengelola dan melindungi modal manusianya (human capital). 

"Kita terlalu sering menjadikan burnout sebagai tanggung jawab individu dengan meminta mereka lebih mampu mengelola stres," ungkap Ivan Ahda, Director of Strategic & Advisory KTM Solutions, dalam perhelatan Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 di Tangerang.

"Namun ketika burnout terus berulang, mungkin yang perlu kita lihat bukan lagi hanya individunya, tetapi juga lingkungan dan cara kerja yang membentuk keseharian mereka," tegasnya.

Sustainable business membutuhkan sustainable contribution. Dengan perspektif itu, kepentingan bisnis dan wellbeing sebenarnya tidak perlu ditempatkan sebagai dua hal yang berlawanan. Wellbeing menjaga kapasitas manusianya, dan kapasitas manusia menjaga keberlanjutan bisnisnya," jelasnya.

Baca juga: Google dan YouTube Luncurkan Buku Saku Digital Well-being

Kesejahteraan pekerja dan tanggungjawab perusahaan

KTM Solutions yang berkontribusi melalui sesi bertajuk “The Burnout Audit: Detecting Organizational Fatigue Before Turnover Occurs” menyampaikan, kesadaran perusahaan dalam memandang kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi berkembang melalui tiga tahapan:

KTM Solutions menghadirkan booth interaktif di Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 (15?16/9/2026) di PIK 2, Tangerang.DOK. KTMS KTM Solutions menghadirkan booth interaktif di Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 (15?16/9/2026) di PIK 2, Tangerang.

  • Benefit Based Wellbeing: Perusahaan memandang wellbeing melalui penyediaan manfaat fisik atau finansial, seperti asuransi kesehatan, seminar, dan fasilitas olahraga.
  • Programmatic Wellbeing: Perusahaan mulai aktif mengukur employee experience dengan menghadirkan program khusus, seperti employee assistance, jadwal kerja fleksibel (flexible working), hingga pelatihan kesehatan mental.
  • Systemic Wellbeing:Wellbeing telah terintegrasi langsung ke dalam desain dan kultur organisasi.

Evaluasi tidak hanya berfokus pada program apa yang diberikan, melainkan apakah rancangan beban kerja (job design), kepemimpinan (leadership), dan sistem alokasi sumber daya sudah memungkinkan pekerja berkontribusi secara berkelanjutan.

Guna membangun pendekatan yang holistik, kesejahteraan karier pekerja ditinjau melalui lima dimensi utama (Career Wellbeing):

  • Sosial (Social Wellbeing): Kualitas hubungan kerja, adanya rasa saling mendukung (sense of belonging), dan interaksi positif di lingkungan organisasi.
  • Psikologis (Psychological Wellbeing): Kepuasan, kebahagiaan, rasa memiliki makna (sense of meaning) dalam bekerja, serta kesehatan mental yang terjaga.
  • Lingkungan (Environmental Wellbeing): Rasa aman, nyaman, kesesuaian fasilitas, serta dukungan tata kerja di lingkungan tempat bekerja.
  • Finansial (Financial Wellbeing): Kemampuan pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup, memiliki rasa aman finansial, serta merencanakan masa depan keuangan yang stabil.
  • Fisik (Physical Wellbeing): Stamina dan kondisi fisik yang terjaga untuk menjalankan tuntutan pekerjaan secara optimal.

Kondisi burnout dan kecemasan akibat kehilangan pekerjaan, sering kali memicu pekerja mengorbankan keseimbangan kehidupan kerja (work life balance) demi pembuktian nilai diri bagi perusahaan.

"Untuk menjembatani kontribusi pekerja dan keberlanjutan organisasi, pendekatan yang dibutuhkan bukanlah menuntut pekerja selalu menghasilkan pendapatan (revenue) secara langsung, melainkan membangun contribution awareness," jelas Ivan.

Banyak peran menciptakan nilai (value) melalui efisiensi, peningkatan kualitas, retensi pelanggan, pencegahan risiko, hingga inovasi.

Dia menyampaikan, organisasi bertugas memberikan transparansi penilaian kinerja berbasis kontribusi nyata, memberikan ruang pengembangan kapasitas, serta menciptakan rasa aman berkarir (career security).

"Tantangan utama bisnis masa depan bukan memilih antara wellbeing atau kinerja finansial, melainkan merancang tata kerja di mana manusia dapat terus menciptakan nilai bagi bisnis tanpa mengorbankan kapasitas dan kesehatan dirinya," pungkasnya.

Baca juga: Makan Gratis, Well Being, dan Pengawasan APBN 2025

Selain sharing session, dalam IHCBS 2026 yang berlangsung 15-16 September 2026, KTM Solutions menghadirkan Career Wellbeing (CWB) Assessment, di mana pengunjung dapat mengetahui gambaran kondisi career wellbeing berdasarkan lima dimensi di atas yang memungkinkan pengunjung memahami career wellbeing secara lebih dekat dan relevan dengan perjalanan karier mereka.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau