Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar

Kompas.com, 15 Oktober 2026, 10:31 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com — PT Astra International Tbk (Astra) membawa 37 peserta binaan untuk menampilkan produk unggulan mereka dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya Astra mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta komunitas lokal memperluas pasar hingga ke tingkat global.

Para peserta berasal dari program Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta Grup Astra. Produk mereka ditampilkan di booth Astra dan booth Desa BISA Ekspor (DBE) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Hall 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk melalui perluasan akses ke pasar ekspor.

Baca juga: Berhasil Kembangkan Potensi Wisata dan Ekonomi Warga, Desa Sejahtera Astra Bugisan Dikunjungi Wamen PPPA

“Oleh karena itu, Astra terus mendukung pengembangan UMKM agar dapat membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (15/10/2026).

Untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha memasuki pasar ekspor, Astra secara berkelanjutan memberikan pembinaan dan pendampingan. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dijalankan bersama Kemendag dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Program itu mencakup sejumlah tahapan, mulai dari kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching. Rangkaian ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan produk dan memperluas peluang kerja sama dengan calon pembeli.

Baca juga: Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Partisipasi Astra dalam TEI dimulai pada 2018 sebagai bagian dari rangkaian Road to Dubai Expo 2020 dan terus berlanjut hingga saat ini. Sejak 2022, Astra telah melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha, termasuk UMKM dan Desa Sejahtera Astra, selama empat tahun berturut-turut.

Dari partisipasi tersebut, total nilai kontrak dan transaksi yang dicatatkan pelaku usaha binaan mencapai lebih dari 24,29 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp 400 miliar.

Pembeli berasal dari berbagai negara, antara lain AS, Kanada, Belanda, Jerman, Nigeria, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, dan Australia.

Ragam produk unggulan dari berbagai daerah

Pada TEI 2026, sebanyak 30 peserta menampilkan produk di booth Astra. Jumlah tersebut terdiri dari 20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA serta Grup Astra. Sementara itu, tujuh Desa Sejahtera Astra lainnya ditampilkan di booth DBE Kemendag.

Selain menampilkan produk dari para peserta tersebut, booth Astra juga menghadirkan 25 produk UMKM binaan Astra dan Yayasan Astra–YDBA lainnya.

Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas unggulan dan hasil olahan lokal, mulai dari kopi, teh, dan kakao hingga pangan serta minuman olahan.

Baca juga: Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango

Pada kategori kopi, pengunjung dapat menemukan green bean coffee serta kopi bubuk Arabika dan Robusta dari Desa Sejahtera Astra di Desa Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, Agam, Lampung Barat, Pagar Alam, dan Pakenjeng, Garut.

Kategori ini juga menghadirkan produk UMKM binaan Astra, yakni Mucrova Indonesia, Koperasi Marangkai Sejahtera, CV Banyu Hitam Abadi, dan PT Bibit Baik Indonesia.

Sementara itu, kategori teh menghadirkan produk loose leaf tea, artisan tea, dan tea blend dari PT Tiga Ekarasa Harmoni (Teapotto) serta PT Tsurayaa Pratama Intl., yang merupakan UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA.

Untuk kategori kakao, produk yang ditampilkan meliputi fermented cocoa beans, cocoa nibs, dan cocoa paste. Produk tersebut berasal dari Desa Sejahtera Astra di Tabanan, Sikka, dan Berau, serta PT Windah Berkah Sejahtera.

Beragam produk pangan dan minuman olahan turut melengkapi pameran, di antaranya minuman herbal, gula kelapa, coconut aminos, butter, gelato, keripik tempe, abon, dan cookies. Produk-produk ini berasal dari UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA, Desa Sejahtera Astra, dan Grup Astra.

Baca juga: Satu Dekade Astra Property, Merawat Kehidupan dengan Ekosistem Berkelanjutan

Berbagai komoditas tersebut disiapkan untuk menjangkau pasar global, dengan negara tujuan potensial maupun pasar yang telah dijangkau mencakup Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, China, India, Argentina, Bahrain, Spanyol, Thailand, Kaledonia Baru, Taiwan, Aljazair, Inggris, AS, Australia, hingga Prancis.

Menuju usia ke-70

Komitmen Astra dalam mendukung pengembangan UMKM dan masyarakat menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan manfaat berkelanjutan di berbagai daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan perjalanan Astra yang akan memasuki usia ke-70 pada 20 Februari 2027 dengan mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”.

Selama hampir tujuh dekade, Astra tidak hanya mencatatkan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

Hingga saat ini, setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra di berbagai daerah, termasuk melalui program Desa Sejahtera Astra.

Baca juga: Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya

Program Desa Sejahtera Astra sendiri telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi. Pengembangannya mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Melalui Desa Sejahtera Astra dan Yayasan Astra, perusahaan melanjutkan upaya untuk mendorong pertumbuhan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau