Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rintis Kedai Kopi "Warkoplu", Eks Napi Pijar Tidak Pelit Ilmu

Kompas.com - 23/06/2023, 16:17 WIB
Xena Olivia,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks narapidana (napi) Alpijar Ramadhani (20) tak pelit berbagi ilmu perkopian yang dimilikinya.

Jika ada pelanggan warung kopinya (warkop) yang datang dan ingin belajar cara meracik kopi atau minuman lainnya, Alpijar siap membantu.

Berbagi pengalaman dan ilmu, inilah yang akhirnya menjadi ciri khas warkop milik Alpijar, yang dirintis pada 6 Maret 2021.

"Kami kasih pengalaman atau experience yang lo boleh nanya apapun," kata saat dia saat berbincang dengan Kompas.com di Warkoplu, Jalan Howitzer Raya Nomor 21 RT 016/RW 03, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2023).

Baca juga: Kisah Pijar, Eks Napi Tawuran yang Sukses Rintis Kedai Kopi Sendiri...

Tak sebatas membuka kesempatan "sharing" pemahaman soal kopi, pemuda yang akrab disapa Pijar tak berkeberatan jika pelanggan Warkoplu ingin membuat sendiri pesanan mereka.

"Lo mau bikin sendiri ya enggak apa-apa, gitu. Kami welcome. Mau bikin sendiri nih, (bilang) 'Lo ajarin gue ya, bang'. Ya sudah, enggak apa-apa," ujar anak bungsu dari enam bersaudara.

"Kami terbuka, itu (bagian dari) berbagi ilmu," lanjut dia.

Sebagai informasi, dulu Pijar pernah dijebloskan ke Lembaga Peradilan Khusus Anak (LPKA) akibat terlibat tawuran di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat pada 2018.

Baca juga: Eks Napi Pijar Impikan Kuliah Jurusan Hukum

Setelah bebas bersyarat, Pijar mendapatkan bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat sebagai klien, sebutan eks-narapidana yang telah bebas bersyarat.

Dalam masa itu, Pijar mendapatkan pelatihan soal kopi dan barista dari Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan (Pokmas Lipas) yang telah bekerja sama dengan Bapas Kelas I Jakarta Pusat sejak 2019 untuk membimbing klien.

Setelah mengikuti fase pertama bersama 14 orang lainnya, Pijar menjadi salah satu dari tiga klien yang terpilih untuk magang sebagai barista.

Lalu, dilanjutkan dengan pembinaan di coffee shop lain selama sembilan bulan. Usai menjalani pelatihan itu, Pijar mengajukan proposal demi bisa membangun usaha toko kopinya sendiri.

Warung kopi (warkop) milik Pijar, Warkoplu, akhirnya berdiri pada 6 Maret 2021.

Meski sempat tutup enam bulan akibat pandemi, hingga saat ini Pijar masih berusaha mengembangkan mimpinya itu.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com