Ini mengakibatkan emisi metana yang tidak dilaporkan setidaknya mencapai 170 juta hingga 3,3 miliar ton karbon selama satu dekade (2014-2023).
Tim juga menganalisis biaya ekonomi untuk mengoreksi jejak karbon yang kurang terwakili.
Berdasarkan harga karbon dari skema perdagangan emisi di seluruh dunia, biaya kumulatif bagi perusahaan selama sepuluh tahun studi akan berjumlah sekitar 1,6 miliar dollar AS untuk menyelaraskan semua perusahaan global dengan standar GWP-100, dan sekitar 40 miliar dollar AS untuk menyelaraskan dengan standar GWP-20 yang lebih ketat.
Perusahaan-perusahaan di sektor energi, utilitas, dan material akan menghadapi biaya terbesar karena mereka adalah penghasil emisi metana industri terbesar.
Peneliti mencatat bahwa bahkan dengan koreksi yang mereka sarankan, total emisi metana masih diremehkan, karena perhitungan mereka hanya berfokus pada emisi yang dihasilkan langsung oleh perusahaan-perusahaan yang mereka analisis.
Emisi hilir lainnya, seperti yang berasal dari produk yang dijual, tidak disertakan, dan kemungkinan juga merupakan kontributor yang signifikan, khususnya di sektor energi.
Mengadopsi standar global pada prinsipnya bisa menjadi solusi dan mudah bagi perusahaan karena pada dasarnya hanya memerlukan penyesuaian beberapa faktor konversi saat menghitung jejak gas rumah kaca mereka.
Namun, hal itu memerlukan koordinasi global karena perusahaan saat ini tunduk pada peraturan yang terfragmentasi.
Baca juga: Target Emisi Karbon RI Mundur 5 Tahun Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya