Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelombang Panas Ekstrem Ungkap Kerentanan Jaringan Listrik di Eropa

Kompas.com, 18 Agustus 2025, 19:48 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Musim panas ini, Eropa kembali dilanda serangkaian gelombang panas yang intens dan meluas, di mana suhunya di beberapa wilayah bisa mencapai di atas 40 derajat Celsius.

Seiring dengan perubahan iklim yang membuat gelombang panas semakin sering dan intens, permintaan energi meroket karena orang-orang berusaha untuk menggunakan pendingin udara.

Pada saat yang sama, suhu tinggi justru mengganggu pasokan listrik, terutama dari pembangkit listrik tenaga panas (thermal plants) yang mengandalkan air sungai untuk pendinginan. Pembangkit jenis ini mengubah energi panas menjadi listrik.

Para ahli pun kemudian memperingatkan bahwa gelombang panas ini bisa menempatkan jaringan listrik benua Eropa dalam posisi yang rentan.

Untuk itu sistem energi perlu beradaptasi secepatnya dengan meningkatkan fleksibilitas dan beralih ke energi terbarukan untuk menghindari bahan bakar fosil yang memicu pemanasan planet.

Baca juga: Ide Pusat Data Masa Depan: Di Laut, Pakai Energi Angin, Hemat Listrik

Melansir Euro News, Minggu (17/8/2025) salah satu penyebab konsumsi energi yang meningkat ini adalah karena orang-orang terjadi penambahan penggunaan pendingin ruangan di tengah musim panas ekstrem yang akhirnya mendorong permintaan listrik.

Contohnya saja di Spanyol, penggunaan listrik melonjak sekitar 14 persen sedangkan di Jerman dan Prancis, listrik mengalami lonjakan permintaan selama jam sibuk.

Suhu musim panas yang tinggi dengan cepat menjadi hal yang biasa, dan seiring dengan itu, sistem pendingin udara menjadi pemandangan yang semakin umum.

Jumlah AC ruangan di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dari kurang dari 7 juta pada tahun 1990 menjadi lebih dari 100 juta pada tahun 2030.

Data menunjukkan bahwa Italia sejauh ini merupakan pengguna AC terbesar di Uni Eropa. Italia menyumbang sepertiga dari seluruh listrik yang dikonsumsi oleh AC di 27 negara anggota, meskipun memiliki beberapa harga listrik tertinggi di Eropa. Di posisi kedua adalah Yunani, diikuti oleh Prancis, Spanyol, dan Jerman.

Di sisi lain, gelombang panas tidak hanya meningkatkan permintaan listrik tetapi juga dapat mengurangi produksi listrik dari beberapa bentuk energi.

Beberapa negara Eropa terpaksa berulang kali mengurangi produksi listrik atau menutup reaktor nuklir akibat panas ekstrem pada musim panas ini.

Selama gelombang panas antara 28 Juni dan 2 Juli, 17 dari 18 pembangkit listrik tenaga nuklir Prancis di negara tersebut mengalami pengurangan kapasitas, dengan beberapa di antaranya ditutup sepenuhnya.

Panas ekstrem menjadi masalah bagi pembangkit tenaga nuklir karena untuk mendinginkan reaktor, air dipompa masuk dari sungai atau laut setempat kemudian dilepaskan kembali pada suhu yang lebih tinggi.

Namun, gelombang panas berarti air yang dipompa masuk sudah panas sejak awal. Hal ini memengaruhi kemampuan pembangkit untuk menggunakannya untuk pendinginan, dan jika air yang dilepaskan terlalu panas, dapat mengancam keanekaragaman hayati setempat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau