Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Jadi Faktor Pendorong Polusi Plastik di Sungai dan Laut

Kompas.com, 12 Februari 2026, 15:24 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

‎

KOMPAS.com - Banjir menjadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai, menurut studi dari Tokyo University of Science di Jepang. 

Polusi plastik termasuk masalah lingkungan utama. Mayoritas sampah plastik berakhir di laut, dengan sungai sebagai jalur transportasi utama dari daerah perkotaan, pertanian, dan lanskap lainnya.

Baca juga:

"Sungai disebut sebagai jalur utama masuknya plastik dari daratan ke laut. Namun, peran sungai yang banjir dalam mengangkut mikroplastik dan mesoplastik (MMP) masih belum jelas," tulis peneliti, dilansir dari Science Direct, Kamis (12/2/2026).

Seiring waktu, benda-benda plastik yang lebih besar akan terurai menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Khususnya mikroplastik dengan ukuran kurang dari lima milimeter dan mesoplastik berukuran antara lima sampai 25 milimeter.

Partikel-partikel kecil ini dapat menyebar melalui berbagai ekosistem. Saat ini, polusi plastik memengaruhi kehidupan di laut dan ditemukan di banyak organisme hidup, termasuk manusia.

‎Untuk mengembangkan penanganan yang efektif, perlu upaya untuk memperkirakan secara akurat berapa banyak plastik yang terbawa sungai dan menuju ke laut.

Baca juga:

Banjir jadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai

Bagaimana aliran tinggi memengaruhi konsentransi plastik?

Banjir menjadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai, menurut studi dari Tokyo University of Science di Jepang. Freepik/Freepik Banjir menjadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai, menurut studi dari Tokyo University of Science di Jepang. 

Banyak studi sebelumnya telah mengkaji konsentrasi MMP dalam air sungai selama kondisi aliran rendah normal. Namun, sebagian besar studi tersebut mengabaikan apa yang terjadi selama banjir.

Mirip dengan sedimen tersuspensi (SS), sejumlah besar plastik diperkirakan terbawa ke laut selama kondisi aliran tinggi.

Namun, bagaimana tepatnya konsentrasi MMP bervariasi selama banjir masih belum jelas. Hanya sedikit studi yang mengkaji efek gabungan urbanisasi dan aliran tinggi. ‎

Untuk mengatasi kesenjangan, studi yang diterbitkan jurnal Water Research ini meneliti bagaimana aliran tinggi memengaruhi konsentrasi MMP secara komprehensif.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa konsentrasi MMP meningkat secara signifikan di sungai yang banjir. Peningkatan itu kemungkinan akibat limpasan dari jalan perkotaan yang membawa MMP ke sungai melalui pipa saluran pembuangan dan saluran lainnya.

Banjir menjadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai, menurut studi dari Tokyo University of Science di Jepang. Freepik Banjir menjadi pendorong terbesar polusi plastik di sungai, menurut studi dari Tokyo University of Science di Jepang. 

"‎Dalam studi ini, untuk pertama kalinya di dunia, kami mengklarifikasi transportasi ini dengan mengumpulkan sampel air sungai secara langsung selama peristiwa banjir dari empat sungai di Jepang sebanyak enam kali, dan menangkap bagaimana transportasi plastik berubah seiring dengan naik dan turunnya permukaan air," ujar Asisten Profesor dari Departemen Teknik Sipil di Tokyo University of Science, Mamoru Tanaka, dilansir dari Phys.org.

Tim peneliti melakukan kampanye lapangan di empat sungai di Jepang, dengan daerah aliran sungai yang mencakup wilayah perkotaan, pertanian, dan hutan dengan kepadatan penduduk relatif tinggi.

Kampanye lapangan meliputi enam peristiwa curah hujan, dengan total curah hujan berkisar antara 8,8 hingga 117,9 milimeter.

Sampel air permukaan dikumpulkan setiap jam selama 12-25 jam, termasuk tahap naik dan turunnya aliran sungai. Selain konsentrasi MMP, studi juga mengukur kekeruhan aliran sungai.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau