Hasil studi mengungkapkan bahwa konsentrasi MMP selama kondisi aliran tinggi meningkat satu hingga empat orde besaran, dibandingkan dengan kondisi aliran rendah.
Dengan menggunakan data observasi, para peneliti mengidentifikasi tren umum antara beban (L) dan debit (Q), yang dikenal sebagai hubungan LQ.
Hubungan LQ umumnya dipakai untuk memperkirakan jumlah MMP yang dibuang dari muara sungai.
Tanaka menggarisbawahi sangat sedikitnya studi yang mengkuantifikasi hubungan LQ untuk plastik.
Hubungan LQ bisa diterapkan untuk menghitung jumlah total MMP yang dikeluarkan dari muara sungai dalam setahun di bawah berbagai kondisi.
Baca juga:
Para peneliti mengidentifikasi tren yang berbeda untuk setiap sungai. Namun, mereka tidak menemukan korelasi yang jelas antara hubungan LQ spesifik sungai dan karakteristik daerah alirannya.
Analisis hubungan LQ menunjukkan bahwa transportasi plastik sangat terkonsentrasi dalam periode singkat dengan aliran tinggi.
Di satu sungai, 90 persen dari beban mesoplastik tahunan diangkut hanya selama 43 hari dalam setahun. Hal ini berarti, mengabaikan kondisi aliran tinggi dapat menyebabkan perkiraan sangat rendah tentang berapa banyak plastik yang dibawa sungai ke laut.
"Temuan ini menawarkan wawasan berharga untuk memahami transportasi puing-puing plastik di sungai selama banjir. Siapa pun dapat dengan mudah memperkirakan volume sampah plastik mereka sehingga dapat memvisualisasikan beban pada sungai secara numerik. Temuan ini akan memainkan peran utama dalam mendidik masyarakat tentang lingkungan," tutur Profesor Yasuo Nihei.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya