Ia pun menyarankan agar taman nasional memiliki pembatas api atau jalur kosong tanpa tanaman agar jika terjadi kebakaran, apinya tidak meluas ke mana-mana.
Lautan di sekitar Eropa juga sangat panas dan memecahkan rekor suhu permukaan laut selama empat tahun berturut-turut. Sekitar 86 persen wilayah laut ini mengalami gelombang panas laut yang sangat parah, terutama di wilayah barat Irlandia, selatan Islandia, dan tenggara Spanyol.
Selama tiga tahun terakhir, gelombang panas telah melanda seluruh wilayah Laut Mediterania, yang suhunya naik lebih cepat daripada rata-rata dunia. Suhu air di Italia dan Spanyol mencapai 30 derajat C, lebih hangat dari kolam renang biasa.
Hal ini berbahaya karena bisa menyebabkan kematian ikan, serta memicu penyebaran bakteri dan ganggang berbahaya. Sebelumnya, gelombang panas di Mediterania telah mematikan banyak terumbu karang, padang lamun, dan kerang.
Untuk mengurangi kerusakan di masa depan, Dušan Chrenek dari Komisi Eropa mengungkapkan Eropa harus memimpin dalam memperlambat perubahan iklim.
Pada tahun 2025, tenaga surya mencatat rekor dengan menghasilkan 12,5 persen listrik benua tersebut, sementara total 46 persen listrik Eropa sudah berasal dari energi terbarukan.
Negara-negara Eropa juga ikut serta dalam pertemuan puncak pertama di Kolombia minggu ini untuk membahas cara meninggalkan bahan bakar fosil.
Baca juga: Cuaca Pemicu Kebakaran Hutan Naik 3 Kali Lipat, Bagaimana di Asia Tenggara?
Pertemuan ini diadakan karena KTT Iklim COP30 di Brasil gagal menyepakati rencana jelas untuk menghentikan emisi dari minyak, gas, dan batu bara.
Pada saat yang sama, para pejabat mengingatkan bahwa Eropa harus mulai beradaptasi dengan risiko iklim di masa depan. Salah satunya adalah ancaman kekeringan raksasa selama bertahun-tahun, mirip dengan yang sedang terjadi di wilayah barat Amerika Serikat.
"Kita harus menangani risiko ini. Biaya yang harus dibayar jika kita diam saja jauh lebih mahal daripada biaya untuk mengatasi dampak buruk tersebut sekarang," tambah " Chrenek.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya