Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau

Kompas.com, 12 Mei 2026, 14:17 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

Dari sana, China merancang visi besar untuk membangun ekosistem elektrifikasi dari hulu ke hilir. Tujuannya jelas, yakni mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Infrastruktur energi bersih pun dibangun secara masif, mulai dari turbin angin raksasa, ladang panel surya, pembangkit listrik tenaga air, hingga jaringan transmisi tegangan tinggi.

Perusahaan-perusahaan besar di kawasan Shenzhen, Suzhou, dan Guangzhou turut menyambut kebijakan tersebut. Banyak pabrik memasang panel surya di atap bangunan untuk menyuplai kebutuhan operasional sekaligus memangkas jejak karbon.

Di sektor otomotif, Pemerintah China juga berupaya memopulerkan kendaraan listrik kepada konsumen. Salah satu momentumnya adalah ketika Tesla diizinkan memproduksi mobil di China pada 2019. Keputusan itu sekaligus memicu kompetisi dengan produsen lokal.

Tantangan itu disambut BYD. Melansir The Straits Times (27/5/2024), jagoan lokal itu mengalahkan penjualan kendaraan Volkswagen di dalam negeri pada 2023. Sementara itu, pada  akhir 2023, BYD mengalahkan Tesla dalam produksi EV.

Baca juga: China Bikin Pembangkit Listrik Tenaga Surya Lepas Pantai Terbesar di Dunia

Pada akhir tahun yang sama, China juga mengalahkan Jepang sebagai eksportir otomotif dengan mengirimkan 4,14 juta kendaraan ke seluruh dunia, dengan 1,55 juta adalah EV atau hibrida. 

Mesin Penggerak: Kebijakan dan Insentif Fiskal

Kecepatan dan skala elektrifikasi di China mustahil tercapai tanpa adanya mesin penggerak berupa intervensi kebijakan dari negara, khususnya dari sisi suplai dan permintaan. 

Dari sisi suplai, Pemerintah China menerapkan serangkaian regulasi untuk mensubsidi produksi dan pengembangan baterai. Dukungan itu memungkinkan produsen memproduksi kendaraan secara masif dengan harga yang semakin terjangkau.

Keseriusan itu tercermin dari dukungan senilai 230 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dari pemerintah untuk pengembangan industri EV.

Pemerintah China juga agresif mendorong elektrifikasi di ruang publik. Beberapa kebijakan yang diterapkan, antara lain mewajibkan armada transportasi publik menggunakan EV dan mendorong gedung-gedung komersial menyediakan stasiun pengisian daya.

Baca juga: Intip Kecanggihan Sistem Tukar Baterai Mobil Listrik di China

Shenzhen bahkan menjadi kota pertama di dunia yang berhasil mengelektrifikasi 100 persen armada bus publiknya. Jumlahnya mencapai 16.359 unit bus listrik.

Jenny (23), warga China yang bekerja sebagai karyawan swasta, mengatakan bahwa negaranya memiliki pelat nomor hijau untuk kendaraan listrik dan hibrida, serta pelat biru untuk kendaraan berbahan bakar fosil.

“Saya tidak tahu kapan, tetapi kendaraan dengan pelat hijau telah melampaui pelat biru. Sebagian besar tempat parkir pusat perbelanjaan menyediakan banyak stasiun pengisian daya. Ini sangat memudahkan karena orang tinggal bayar pakai ponsel,” jelasnya.

Kondisi itu tak lepas dari intervensi kebijakan pemerintah China terhadap konsumen. Di kota-kota besar, pemerintah membatasi penerbitan pelat biru dengan harga mahal dan sistem lelang. Sebaliknya, pelat hijau diterbitkan dengan kuota longgar, bahkan gratis.

Insentif lain yang diberikan adalah pembebasan pajak pembelian kendaraan baru dan subsidi tunai. Kebijakan tersebut membuat harga kendaraan listrik dapat setara, bahkan lebih murah, dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Baca juga: China Perketat Regulasi Keselamatan Kendaraan Listrik

Dampak Nyata: Penurunan Emisi dan Kualitas Hidup

Tangan dingin Pemerintah China membuahkan hasil. Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menyebutkan, satu dekade invasi kendaraan pelat hijau (listrik) dan elektrifikasi industri berhasil memangkas rata-rata harian PM2.5 di Beijing secara ekstrem ke level 30 hingga 32 mikrogram. 

Pengurangan jutaan ton emisi karbon dan berkurangnya asap knalpot dari jalanan perkotaan membawa dampak langsung terhadap kesehatan publik.

Penelitian National Institutes of Health pada 2021 menyebutkan, kebijakan elektrifikasi di kawasan Beijing–Tianjin–Hebei (BTH) mampu memangkas konsentrasi PM2.5 hingga 20 persen.

Penurunan polusi kendaraan itu diproyeksikan dapat mencegah 23,5 juta kasus morbiditas, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma, serta 4.600 kematian pada 2030.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau