Secara ekonomi, berkurangnya jumlah warga yang jatuh sakit juga menyelamatkan negara dari kerugian sebesar 20,65 miliar yuan atau sekitar Rp 46 triliun. Kerugian tersebut sebelumnya muncul akibat hilangnya 1,5 juta hari kerja atau work loss days.
Baca juga: Mobil Listrik Murni Akan Dominasi 90 Persen Pasar China pada 2040
Lebih jauh, elektrifikasi juga mengubah agenda penyelamatan lingkungan menjadi mesin ekonomi baru.
China menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu membunuh industri lama. Sebaliknya, perubahan tersebut dapat melahirkan ekonomi hijau dan lapangan kerja baru atau green-collar jobs.
Dengan rantai pasok raksasa yang membentang dari hulu ke hilir, China mampu menyerap jutaan tenaga kerja, mulai dari sektor pertambangan dan pemurnian material kritis seperti litium, para teknisi dan insinyur perakitan di pabrik baterai raksasa (gigafactory).
Tidak hanya itu, kebijakan elektrifikasi di China juga melahirkan profesi-profesi baru, seperti teknisi instalasi dan pemeliharaan charging pile (stasiun pengisian daya) yang kini menjamur di setiap basement mal dan area istirahat jalan tol nasional.
Satu dekade maraton elektrifikasi China menegaskan satu hal penting dalam agenda lingkungan global, yakni transformasi energi berskala besar membutuhkan keberpihakan politik.
Baca juga: China Siapkan Aturan Baru Atasi Limbah Baterai Mobil Listrik
Dengan perencanaan matang, Pemerintah China mampu merombak struktur energi industri nasional, menghadirkan transportasi publik yang terelektrifikasi, serta mengubah preferensi ratusan juta konsumen.
Pencapaian tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai institusi ekonomi. Mereka menilai China telah mengubah lanskap geopolitik energi global melalui pengurangan emisi dan penguatan manufaktur energi bersih.
Bagi China, elektrifikasi bukan hanya agenda lingkungan. Kebijakan ini juga menjadi strategi pertahanan ekonomi dan dominasi teknologi.
Oxford Institute for Energy Studies (OIES) menyebut China tengah bertransformasi menjadi electrostate pertama di dunia. Istilah ini merujuk pada negara yang kekuatan utamanya berasal dari sistem kelistrikan dan manufaktur energi bersih, bukan dari cadangan minyak seperti petrostate.
Perubahan dari petrostate menuju electrostate juga menjadi langkah strategis China untuk mengurangi ketergantungan pada minyak mentah impor yang mencapai 70 persen.
Baca juga: China Rencanakan Sistem Energi Baru, Hadapi Krisis Minyak akibat Perang Iran
Elektrifikasi berbasis energi bersih menjadi kunci untuk mendukung kemandirian energi sekaligus mengamankan keberlangsungan industri manufaktur yang menjadi lokomotif perekonomian China.
Kajian dari OilPrice menyebutkan, elektrifikasi merupakan hedge atau lindung nilai energi yang disadari China sejak awal. Melalui revolusi energi bersih, China berupaya melepaskan diri dari ancaman blokade di rute-rute geopolitik rawan, seperti Selat Malaka.
Perjalanan elektrifikasi di China menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berbenturan dengan kelestarian lingkungan.
Revolusi senyap itu membuktikan bahwa perubahan radikal tidak selalu datang dengan hiruk-pikuk. Ia bisa hadir lewat jalanan yang lebih sunyi, udara yang lebih bersih, dan langit kota yang kembali biru.
Bagi Indonesia, khususnya Jakarta dan kota-kota besar yang tengah berjuang melawan polusi udara, China melalui Kota Beijing telah memberikan cetak biru transisi energi yang sangat berharga.
Baca juga: Strategi Energi 5 Tahun China Akan Menggambar Ulang Peta Energi di Asia
Beberapa langkah strategis yang patut diadopsi Indonesia, antara lain menyusun kebijakan yang komprehensif dari hulu ke hilir, membangun ekosistem pabrik dan infrastruktur secara mandiri, memberikan insentif nyata bagi dunia usaha dan masyarakat, memprioritaskan transportasi publik, hingga menyeimbangkan kebutuhan manusia dan alam.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya