Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Hijau Tumbuh, Uni Eropa Catat Lonjakan Signifikan Green Jobs

Kompas.com, 17 Juni 2026, 12:04 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Jumlah lowongan kerja ramah lingkungan (green jobs) di Uni Eropa terus meningkat secara stabil, menurut data terbaru dari Eurostat.

Hal ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan di berbagai industri utama.

Melansir Know ESG, Senin (15/6/2026) lapangan kerja di sektor ekonomi hijau ini telah mencapai 5,8 juta pekerja penuh waktu pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan perluasan yang sangat besar selama sepuluh tahun terakhir, seiring dengan masuknya program perlindungan alam dan pengelolaan sumber daya ke dalam rencana inti ekonomi negara.

Secara keseluruhan, pekerjaan ramah lingkungan di Eropa tumbuh rata-rata 6 persen setiap tahunnya sejak tahun 2014.

Kenaikan yang terus-menerus ini membuktikan bahwa pekerjaan yang fokus pada kelestarian alam tidak lagi terbatas pada bidang-bidang kecil saja, melainkan sudah semakin menyatu ke dalam sektor bangunan, manufaktur, pertanian, hingga sektor jasa.

Baca juga: Apa Itu Green Jobs? Intip Potensi dan Skill yang Dibutuhkan

Pertumbuhan green jobs di berbagai industri

Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan lowongan kerja hijau yang paling kuat di Uni Eropa selama periode tersebut. Pekerjaan di bidang ini melonjak dari 700.000 pekerja penuh waktu pada tahun 2014 menjadi 1,6 juta pekerja pada tahun 2023, dengan kenaikan rata-rata 11 persen setiap tahunnya.

Pekerjaan ini meliputi desain bangunan yang hemat energi, pemasangan alat energi terbarukan seperti panel surya, serta proyek renovasi rumah untuk menghemat listrik dan mengurangi polusi udara.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga ikut menyumbang lowongan kerja baru. Pekerjaan ramah lingkungan di bidang ini naik 5 persen dan mencapai 700.000 pekerja pada tahun 2023.

Sementara itu, di sektor manufaktur, jumlah pekerja ramah lingkungannya naik dari 700.000 menjadi 1 juta pekerja penuh waktu. Hal ini menunjukkan bahwa cara-cara kerja yang menjaga kelestarian alam sudah semakin banyak diterapkan dalam proses produksi barang di pabrik.

Di antara semua kegiatan lingkungan, lowongan kerja di bidang energi terbarukan mencatat pertumbuhan yang paling cepat di Eropa. Jumlah pekerja di sektor ini melonjak hingga 79 persen antara tahun 2014 dan 2023, alias berlipat ganda dari sekitar 400.000 menjadi 800.000 pekerja penuh waktu.

Lonjakan besar ini mencerminkan percepatan peralihan Uni Eropa menuju sumber energi bersih, seperti tenaga angin, matahari, dan energi terbarukan lainnya.

Pekerjaan yang berkaitan dengan perlindungan tanah, air permukaan dan air tanah juga berkembang pesat, naik dari 400.000 menjadi sekitar 700.000 pekerja penuh waktu (meningkat 60 persen).

Bidang kerja lingkungan lainnya juga menunjukkan kenaikan yang stabil. Kegiatan perlindungan udara dan iklim naik 48 persen, pengolahan kembali bahan baku dan penghematan sumber daya naik 47 persen, serta pengelolaan limbah air kotor tumbuh 38 persen hingga mencapai 500.000 pekerja.

Pekerjaan di bidang pengelolaan sampah tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di dalam sektor ekonomi lingkungan Uni Eropa, dengan total 900.000 pekerja penuh waktu pada tahun 2023.

Jumlah ini menyumbang sekitar 16 persen dari seluruh total lowongan kerja lingkungan yang ada. Hal ini membuktikan peran penting pengelolaan sampah dalam mendukung target ekonomi sirkular dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Baca juga: Energi Terbarukan Ciptakan 6-10 Juta Green Jobs pada 2060, Tapi Pekerja RI Sulit Direkrut

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau