Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amazon Capai 75 Persen Target Penghematan Air Pusat Data

Kompas.com, 15 Juni 2026, 17:52 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Amazon mengumumkan bahwa pada akhir 2025, perusahaan tersebut telah mencapai 75 persen dari target water positive  yaitu komitmen untuk mengembalikan air bersih ke alam dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang digunakan oleh operasional pusat data mereka pada tahun 2030.

Selain itu, Amazon juga berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan air di pusat datanya hingga lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2021.

Melansir ESG Today, Jumat (12/6/2026) Amazon pertama kali menetapkan target water positive ini pada tahun 2022. Mereka membuat strategi untuk mencapai target tersebut melalui beberapa langkah kunci, termasuk menghemat penggunaan air, menggunakan sumber air yang ramah lingkungan, mengalirkan kembali air bekas pakai agar bisa digunakan lagi oleh masyarakat, serta mendanai proyek-proyek pemulihan sumber air alam.

Pencapaian baru ini menandai lompatan kemajuan yang sangat besar dalam setahun terakhir menuju target water positive. Tahun lalu, Amazon mengumumkan bahwa mereka baru mencapai angka 53 persen di tahun 2024.

Baca juga: Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan

Amazon mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan sekitar 9,5 miliar liter air di seluruh pusat data global mereka sepanjang tahun 2025.

Untuk membantu mencapai target water positive tersebut, Amazon memaparkan beberapa langkah yang telah mereka lakukan untuk menampung air yang biasanya terbuang, lalu mengembalikannya ke masyarakat.

Langkah ini termasuk berinvestasi di lebih dari 50 proyek air yang diperkirakan bisa mengembalikan lebih dari 22 miliar liter air setiap tahunnya. Selain itu, mereka juga memanfaatkan air yang biasanya tidak bisa digunakan untuk operasional mereka, seperti menggunakan air daur ulang dari pabrik pengolahan limbah daripada menggunakan air bersih layak minum.

Langkah mengurangi konsumnsi air

Selain memajukan target pengembalian air ke alam, Amazon juga memaparkan langkah-langkah mereka untuk mengurangi jumlah air yang digunakan di pusat data.

Amazon mengungkapkan bahwa mereka berhasil menghemat penggunaan air hingga 52 persen sejak tahun 2021. Kini, mereka hanya butuh 0,12 liter air untuk setiap 1 kilo-Watt-hour (kWh) listrik yang digunakan, turun dari yang tadinya 0,25 liter per kWh.

Angka ini juga 7 kali lipat lebih hemat dibandingkan rata-rata industri pusat data lainnya yang menghabiskan 0,84 liter per kWh.

Untuk mengurangi pemakaian air tersebut, Amazon menggunakan metode pendinginan udara alami selama 90 p ersen waktu operasionalnya. Caranya adalah dengan mengalirkan udara luar melewati mesin-mesin server untuk menyerap panas, lalu membuang udara panas tersebut kembali ke luar ruangan.

Baca juga: Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data

Untuk 10 persen waktu sisanya yaitu saat udara luar terlalu panas Amazon menggunakan metode pendinginan penguapan (evaporative cooling), di mana air disemprotkan ke sebuah alat penyerap yang akan menyedot panas dari udara saat air tersebut menguap.

Amazon juga menyampaikan bahwa mereka terus berusaha menaikkan batas suhu operasional di pusat data mereka. Hal ini membuat mesin-mesin server bisa bertahan dalam kondisi yang lebih panas, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkannya menggunakan air.

“Kami sudah lama fokus mengurusi masalah air, dan hal itu membantu kami menjadi lebih hemat. Kami juga belajar bahwa solusi itu tidak hanya datang dari satu cara, satu penemuan, atau satu ide saja," kata Kara Hurst, Chief Sustainability Officer Amazon.

"Kami fokus menggunakan banyak cara sekaligus mulai dari cara mengelola pusat data hingga mendanai proyek pemulihan air untuk masyarakat karena untuk memberikan dampak yang nyata, kita harus berpikir secara menyeluruh. Dan meski kami sudah melakukan ini dengan cara terbaik yang kami bisa, kami tahu kami harus terus menciptakan ide-ide baru karena dunia ini terus berubah,” tambahnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau