KOMPAS.com - Jumlah lowongan kerja ramah lingkungan (green jobs) di Uni Eropa terus meningkat secara stabil, menurut data terbaru dari Eurostat.
Hal ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan di berbagai industri utama.
Melansir Know ESG, Senin (15/6/2026) lapangan kerja di sektor ekonomi hijau ini telah mencapai 5,8 juta pekerja penuh waktu pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan perluasan yang sangat besar selama sepuluh tahun terakhir, seiring dengan masuknya program perlindungan alam dan pengelolaan sumber daya ke dalam rencana inti ekonomi negara.
Secara keseluruhan, pekerjaan ramah lingkungan di Eropa tumbuh rata-rata 6 persen setiap tahunnya sejak tahun 2014.
Kenaikan yang terus-menerus ini membuktikan bahwa pekerjaan yang fokus pada kelestarian alam tidak lagi terbatas pada bidang-bidang kecil saja, melainkan sudah semakin menyatu ke dalam sektor bangunan, manufaktur, pertanian, hingga sektor jasa.
Baca juga: Apa Itu Green Jobs? Intip Potensi dan Skill yang Dibutuhkan
Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan lowongan kerja hijau yang paling kuat di Uni Eropa selama periode tersebut. Pekerjaan di bidang ini melonjak dari 700.000 pekerja penuh waktu pada tahun 2014 menjadi 1,6 juta pekerja pada tahun 2023, dengan kenaikan rata-rata 11 persen setiap tahunnya.
Pekerjaan ini meliputi desain bangunan yang hemat energi, pemasangan alat energi terbarukan seperti panel surya, serta proyek renovasi rumah untuk menghemat listrik dan mengurangi polusi udara.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga ikut menyumbang lowongan kerja baru. Pekerjaan ramah lingkungan di bidang ini naik 5 persen dan mencapai 700.000 pekerja pada tahun 2023.
Sementara itu, di sektor manufaktur, jumlah pekerja ramah lingkungannya naik dari 700.000 menjadi 1 juta pekerja penuh waktu. Hal ini menunjukkan bahwa cara-cara kerja yang menjaga kelestarian alam sudah semakin banyak diterapkan dalam proses produksi barang di pabrik.
Di antara semua kegiatan lingkungan, lowongan kerja di bidang energi terbarukan mencatat pertumbuhan yang paling cepat di Eropa. Jumlah pekerja di sektor ini melonjak hingga 79 persen antara tahun 2014 dan 2023, alias berlipat ganda dari sekitar 400.000 menjadi 800.000 pekerja penuh waktu.
Lonjakan besar ini mencerminkan percepatan peralihan Uni Eropa menuju sumber energi bersih, seperti tenaga angin, matahari, dan energi terbarukan lainnya.
Pekerjaan yang berkaitan dengan perlindungan tanah, air permukaan dan air tanah juga berkembang pesat, naik dari 400.000 menjadi sekitar 700.000 pekerja penuh waktu (meningkat 60 persen).
Bidang kerja lingkungan lainnya juga menunjukkan kenaikan yang stabil. Kegiatan perlindungan udara dan iklim naik 48 persen, pengolahan kembali bahan baku dan penghematan sumber daya naik 47 persen, serta pengelolaan limbah air kotor tumbuh 38 persen hingga mencapai 500.000 pekerja.
Pekerjaan di bidang pengelolaan sampah tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di dalam sektor ekonomi lingkungan Uni Eropa, dengan total 900.000 pekerja penuh waktu pada tahun 2023.
Jumlah ini menyumbang sekitar 16 persen dari seluruh total lowongan kerja lingkungan yang ada. Hal ini membuktikan peran penting pengelolaan sampah dalam mendukung target ekonomi sirkular dan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Baca juga: Energi Terbarukan Ciptakan 6-10 Juta Green Jobs pada 2060, Tapi Pekerja RI Sulit Direkrut
Pertumbuhan lowongan kerja hijau yang konsisten di Eropa menandakan adanya perubahan besar dalam pasar tenaga kerja, di mana masalah lingkungan kini menjadi penentu tren pekerjaan jangka panjang.
Karena pemerintah dan perusahaan terus menanamkan modal dalam program ramah lingkungan, permintaan akan pekerja ahli di sektor ekonomi hijau diperkirakan akan tetap kuat di tahun-tahun mendatang.
Tren ini juga didukung oleh kebijakan resmi pemerintah seperti European Green Deal dan strategi iklim nasional di setiap negara anggota. Aturan-aturan hukum ini mendorong masuknya modal investasi untuk energi bersih, pembangunan fasilitas umum yang ramah lingkungan, serta solusi daur ulang sampah. Hal-hal inilah yang akhirnya menciptakan banyak lowongan kerja baru.
Di saat yang sama, para bos perusahaan kini semakin mencari pekerja yang memiliki keahlian ramah lingkungan, termasuk ahli penghematan energi, pakar teknik lingkungan, serta manajer yang paham cara mengelola bisnis tanpa merusak alam.
Oleh karena itu, program pelatihan dan peningkatan keterampilan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, sekaligus memastikan bahwa perluasan ekonomi hijau di Eropa bisa dinikmati oleh semua kalangan pekerja.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya