Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Literasi Keuangan Inklusif Penting untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kompas.com, 20 Juni 2026, 09:49 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Akses terhadap pendidikan keuangan yang inklusif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemandirian generasi muda penyandang disabilitas, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi kelompok tersebut.

Kepala Subkelompok Pengembangan Peserta Didik dan Karakter (PDPK) Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Fitrianti, mengatakan literasi keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki generasi muda untuk mempersiapkan masa depan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Menurut dia, akses yang setara terhadap pendidikan, termasuk pendidikan finansial, perlu diperluas agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Baca juga: Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik

“Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan,” ujar Fitrianti dalam kegiatan edukasi finansial bagi pelajar penyandang disabilitas di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti siswa tingkat SMP dan SMA dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta, termasuk Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia (WAFCAI), SLBN 8 Jakarta Utara, dan SLBN 9 Jakarta.

Aktivitas edukatif

Program edukasi keuangan dirancang dengan pendekatan yang lebih interaktif melalui studi kasus dan diskusi kelompok. Para peserta diajak mempelajari cara mengelola keuangan, menyusun prioritas pengeluaran, hingga memahami dasar-dasar pengambilan keputusan finansial.

Selain sesi pembelajaran, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dirancang agar dapat diakses oleh penyandang disabilitas dengan beragam kebutuhan.

Upaya peningkatan literasi keuangan dinilai semakin relevan di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi generasi muda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,26 juta orang pada Februari 2025. Sementara itu, data International Labour Organization (ILO) mencatat masih terdapat sekitar 65 juta anak muda di dunia yang belum bekerja.

Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Hario Widyananto mengatakan peningkatan kemampuan mengelola keuangan dapat membantu generasi muda mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

Baca juga: Citi Foundation Gandeng YCAB Kolaborasi Perkuat Akses Kerja bagi Anak Muda dan Disabilitas

“Literasi keuangan dapat membantu generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi lebih luas dalam kehidupan ekonomi,” kata Hario.

Senada, Chief Operating Officer YCAB Foundation Linda Sukandar menilai pendidikan keuangan yang inklusif dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian penyandang disabilitas.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap remaja penyandang disabilitas dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan finansial yang dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi,” ujar Linda.

Penguatan literasi keuangan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif serta memperluas peluang partisipasi masyarakat dalam aktivitas sosial dan ekonomi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau