Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
CERITA LESTARI

Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan

Kompas.com, 19 September 2026, 09:11 WIB
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

SOLOK SELATAN, KOMPAS.com – Suara mesin ekskavator menjadi bagian dari keseharian Wahidah Nurhayati (25) di area perkebunan PT Kencana Sawit Indonesia (KSI, Wilmar Group), Solok Selatan, Sumatera Barat.

Di balik kendali alat berat itu, Wahidah menjalani pekerjaan yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. Perempuan asal Pariaman, Sumatera Barat, itu sebelumnya bertugas di bagian maintenance mower atau perawatan mesin pemotong rumput di PT KSI.

Kesempatan untuk beralih menjadi operator alat berat kemudian datang. Bagi Wahidah, kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus ruang untuk mempelajari bidang teknis yang sejak awal menarik perhatiannya.

Baca juga: Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan

"Saya berterima kasih karena diberikan kesempatan ini," ujar Wahidah kepada Kompas.com pada Minggu (13/9/2026).

Ketertarikan itu juga sejalan dengan hobinya beraktivitas di luar ruangan. Lulusan SMK Taruna Padang tersebut diketahui gemar offroad dan jelajah alam, sehingga aktivitas yang banyak dilakukan di lapangan terasa dekat dengan kesehariannya.

Kini, sekitar dua tahun setelah mulai menjalani pekerjaan sebagai operator alat berat, Wahidah menangani sejumlah pekerjaan di area perkebunan. Tugasnya antara lain membuat parit, mengangkut sawit, membersihkan dahan, serta melakukan stacking.

Pekerjaan tersebut menuntut kemampuan untuk mengoperasikan alat berat sekaligus memahami kondisi area kerja. Bagi Wahidah, pengalaman di lapangan menjadi bagian dari proses untuk menambah pengalaman dan kemampuan teknis.

Salah satu dokumentasi saat Wahidah mengoperasikan excavator di area perkebunan milik PT KSI.Dok. PT Kencana Sawit Indonesia Salah satu dokumentasi saat Wahidah mengoperasikan excavator di area perkebunan milik PT KSI.

Dari merawat mesin hingga mengendalikan eskavator

Perjalanan Wahidah menjadi operator ekskavator tidak berlangsung dalam satu langkah. Sebelumnya, ia lebih dulu bekerja di bagian maintenance mower, menangani perawatan mesin pemotong rumput.

Dari pekerjaan tersebut, ia kemudian mendapat kesempatan untuk mencoba bidang yang berbeda. Ketika kesempatan menjadi operator alat berat terbuka, ia memilih mencobanya.

Baca juga: Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan

Keputusan itu juga didorong rasa ingin tahunya terhadap alat berat. Pekerjaan yang sebelumnya hanya ia lihat dari sisi perawatan kini harus dipahami dari balik kendali alat.

Lingkungan kerja di area perkebunan yang banyak diisi pekerja laki-laki juga tidak membuat Wahidah merasa khawatir. Ia mengatakan, dirinya merasa aman selama bekerja di lapangan karena terdapat aturan perusahaan yang memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan.

Wahidah mengatakan bahwa menjadi operator ekskavator menjadi batu loncatan karier baginya yang ingin menjadi seorang manajer di masa yang akan datang.Dok. PT Kencana Sawit Indonesia Wahidah mengatakan bahwa menjadi operator ekskavator menjadi batu loncatan karier baginya yang ingin menjadi seorang manajer di masa yang akan datang.

"Saya merasa aman selama bekerja di lapangan karena terdapat aturan perusahaan yang memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan," kata Wahidah.

Rasa aman tersebut, menurut Wahidah, turut membuatnya dapat menjalankan pekerjaan di lapangan dengan nyaman. Dukungan terhadap pekerja perempuan juga hadir melalui Women of Working (WoW) dan Rumah Perlindungan Pekerja, Perempuan, dan Anak (RP3A) di lingkungan PT KSI.

Ketua Komite WoW Herni Zen atau yang akrab disapa Eni mengatakan, keberadaan WoW dan RP3 merupakan bagian dari dukungan terhadap pekerja perempuan, termasuk dalam hal perlindungan dan kesetaraan di lingkungan kerja.

Baca juga: Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan

"Tujuan rumah RP3 ini diadakan adalah untuk memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan bahwa dia bekerja tidak tertekan, tidak kena ancaman, KDRT, tidak ada diskriminasi. Jadi kalau mereka ada masalah, mereka sudah berani menyuarakan." ujar Eni saat berbincang dengan Kompas.com dan awak media yang hadir.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Pemerintah
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Swasta
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
BrandzView
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Swasta
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
LSM/Figur
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau