Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan

Kompas.com, 19 September 2026, 20:37 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di saat sebagian besar warga Desa Buhut Jaya, Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, terlelap dalam istirahat, Andika masih terjaga di sudut kandang sederhana yang terletak di tengah hutan tropis, Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas.

Mengandalkan ayunan sebagai tempat beristirahat di dekat kandang, pemuda berusia 22 tahun ini setia memantau kondisi ratusan ayam petelurnya.

Menjaga sendiri hingga larut malam adalah rutinitas yang dijalaninya demi memastikan hewan ternaknya aman, termasuk dari gangguan burung punai yang kerap mengincar pakannya.

Baca juga: PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis

‎Andika, anak yang memiliki keterbatasan pendengaran, mulai merintis usaha peternakan ayam petelur di tengah hutan tropis sejak Februari 2024 lalu, tak lama usai dari lulus SMK Maharati.

‎"Untuk membikin kandang ayam, itu keinginan Andika sendiri dan dibantu ibunya. Iya, karena dari awal sudah dikasih tahu, itu harus ada pembimbingnya. Nah, ini kan termasuk dari SMK itu. Cuma ya inilah anak saya, ini kekurangannya nih (seorang penyandang disabilitas), tetapi dia rajin," ujar ayah Andika, Adiria Santoso di Desa Buhut Jaya, Kamis (2/10/2025).

‎Ketertarikannya pada dunia peternakan tumbuh sejalan dengan arah pembinaan di sekolah. Berbekal modal awal melalui program corporate social responsibility (CSR) dari PAMA Group, Andika mendirikan kandang di atas lahan seluas seperempat hektar milik sang ayah, Adiria Santoso. ‎

Di awal membangun bisnisnya, sebagian dari 500 ekor ayam petelur yang didatangkan dari luar Kabupaten Kapuas, mati setibanya di peternakan Andika.

Adiria menduga penyebabnya karena 'kelelahan' menempuh perjalanan panjang dan medan yang berat, dengan diperparah kemacetan maupun kendala saat menyeberang menggunakan feri.

Usaha Andika menunjukkan progres positif, meski diterpa masalah keterbatasan pasokan pakan, yang disiasati dengan mencampurkannya bersama dedak. Produksi telur yang mulanya hanya berkisar 150 butir atau 5 rak per hari, saat itu telah meningkat secara bertahap hingga mencapai 360 butir atau 12 rak per hari.

Baca juga: UNTR Targetkan Tambang Emas Doup Mulai Produksi 2029

‎Untuk pemasaran, mayoritas telur disuplai ke koperasi di bawah naungan PAMA Group. Sedangkan, sebagian lainnya dijual langsung kepada tetangga sekitar dengan harga terjangkau.

Pengaturan distribusi ini dilakukan agar hasil penjualan dapat menutupi biaya operasional, tak terkecuali pembelian pakan berikutnya.

Bisa sekolah kembali

Andika sebenarnya pernah putus sekolah selama dua tahun. Namun, setelah pembangunan SMK Maharati yang dikelola Yayasan Bina Harati Pama di bawah Pama Group, anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR), selesai, Andika akhirnya kembali melanjutkan sekolahnya.

‎"Untungnya, umurnya  masih bisa untuk melanjutkan sekolah karena dia kan lahirnya 2004, dan Andika ini (memang) diutamakan," tutur Adiria.

‎Kepala Sekolah SMK Maharati, Aris Dianto mengatakan, tempat tinggal Andika berada di Desa Ring 1 yang berbatasan langsung dengan area operasional pertambangan perusahaan.

Sebagai prioritas utama, SMK Maharati menuntut para guru untuk menyampaikan materi pembelajaran secara lebih inklusif agar Andika dapat ikut memahaminya.

SMK dengan jurusan teknik alat berat (TAB) dan desain komunikasi visual (DKV) ini memang bukanlah sekolah inklusi yang memperoleh bantuan guru khusus dari pemerintah.‎

‎Kendati demikian, para guru diwajibkan memahami karakteristik dan keunggulan maupun kelemahan murid. Untuk murid dengan kebutuhan khusus, penanganannya akan dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan pembina asrama berlatar belakang psikologi.

Dengan pendampingan ekstra dari guru, kata dia, Andika bisa menghasilkan proyek DKV dan lulus uji kompetensi. Tetapi, saat profilling penentuan peminatan, Andika memilih untuk berwirausaha.

‎"Kami sangat mendukung Andika agar termotivasi, walaupun wirausaha, itu (tetap) bisa sukses," ujar Aris, Rabu (1/10/2025).‎

Keberlanjutan bagian dari strategi bisnis

UNTR mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada lima pilar utama. Yaitu, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan penanggulangan bencana.

‎Dalam bidang pendidikan melalui program UT Future, perseroan membina sebanyak 2.165 sekolah dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi dan menyalurkan beasiswa kepada 464 penerima manfaat.

Baca juga: Tak Tinggalkan Batu Bara, United Tractors (UNTR) Siapkan Bisnis Masa Depan

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Pemerintah
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Swasta
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
BrandzView
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Swasta
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
LSM/Figur
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau