KOMPAS.com - Hutan dan pepohonan memainkan peran penting dalam menyediakan makanan bergizi, dan lebih dari 5 miliar orang di seluruh dunia menggantungkan hidup padanya.
Namun, kontribusi hutan dalam memberi makan masyarakat sebagian besar masih terabaikan dalam statistik nasional dan kebijakan pemerintah, menurut sebuah laporan terbaru.
Melansir Down to Earth, Kamis (17/9/2026) laporan berjudul Forests for food: Nourishing people, sustaining the planet yang diterbitkan pada 15 September 2026 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bersama Landscape Alliance.
Laporan tersebut sekaligus juga menegaskan pentingnya hutan dalam mengurangi kelaparan dan kemiskinan, serta mendesak negara-negara untuk memasukkan peran hutan ke dalam kebijakan sistem pangan mereka.
Laporan itu menyoroti berbagai cara hutan mendukung sistem pangan. Hutan menyediakan buah-buahan, kacang-kacangan, umbi-umbian, jamur, serangga yang dapat dimakan, daging liar, dan bahan pangan lainnya, sekaligus menjadi sumber bahan bakar, penghasilan, serta lapangan kerja.
Baca juga: Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Ekosistem hutan juga menjaga kesuburan tanah, melindungi sumber daya air, merawat keanekaragaman hayati, dan menyediakan tempat tinggal bagi hewan penyerbuk yang sangat penting bagi pertanian.
Lebih dari 50.000 spesies liar di seluruh dunia digunakan untuk bahan pangan dan obat-obatan, termasuk setidaknya 10.000 spesies yang dikonsumsi langsung sebagai makanan.
Tumbuhan dan hewan hutan menjadi sumber penting protein, vitamin, dan mineral, khususnya bagi Masyarakat Adat dan komunitas lain yang bergantung pada hutan.
Hutan juga memberikan kontribusi besar bagi penghasilan rumah tangga. Di beberapa wilayah, sumber daya hutan menyumbang hingga 20 persen dari pendapatan masyarakat desa, membantu keluarga miskin membeli makanan dan memperoleh asupan gizi yang lebih beragam.
Bahan bakar kayu tetap sangat penting untuk memasak atau mensterilkan air bagi sekitar seperempat penduduk dunia, sementara lebih dari 1 miliar orang mengandalkan tanaman obat untuk kesehatan mereka.
Laporan ini menekankan bahwa hutan juga mendukung sektor pertanian secara tidak langsung. Hutan mengatur pasokan air, melindungi tanah, mendaur ulang nutrisi, mendukung penyerbukan tanaman dan pengendalian hama, serta menyediakan pakan ternak, serat, dan bahan organik bagi para petani.
Saat terjadi krisis ekonomi dan kekurangan pangan, hutan berfungsi sebagai jaring pengaman yang sangat penting dengan menyediakan bahan makanan dan penghasilan.
Laporan tersebut menyoroti perbedaan di setiap wilayah mengenai kontribusi makanan hutan terhadap ketahanan pangan dan gizi.
Di beberapa bagian Afrika, sejumlah komunitas mendapatkan hingga 80 persen protein harian mereka dari daging hewan liar.
Misalnya di Gabon, konsumsi sekitar 200 gram dari lima jenis buah hutan tertentu oleh anak muda dapat memenuhi hingga 100 persen kebutuhan gizi harian mereka. Sementara di wilayah Amazon, ikan menyumbang 44 persen dari total berat makanan yang dikonsumsi, di samping daging hewan liar, kacang Brasil, dan buah acai.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya