Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen

Kompas.com, 24 September 2026, 12:11 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gambar buah yang ditampilkan pada kemasan jus dapat membantu konsumen mengenali jenis atau rasa produk dengan cepat. Namun, visual tersebut tidak selalu memberikan informasi mengenai kandungan buah sebenarnya dalam produk.

Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen IPB University Ujang Sumarwan mengatakan, gambar buah pada kemasan merupakan salah satu stimulus yang diproses konsumen ketika memilih produk.

“Gambar buah mungkin mengatakan ini produk jeruk, tetapi belum tentu menjawab berapa persen kandungan sari buahnya,” ujar Ujang, dilansir dari laman resmi IPB University, Rabu (23/9/2026).

Baca juga: PepsiCo, BWC, dan Pemkot Denpasar Ubah Sampah Bekas Kemasan Jadi Papan Penanda Jalan

Menurut Ujang, ketika konsumen berhadapan dengan banyak pilihan produk dan harus mengambil keputusan dalam waktu singkat, berbagai elemen visual pada kemasan dapat memengaruhi perhatian mereka.

Elemen tersebut meliputi warna, bentuk, ukuran, gambar buah, tipografi, serta informasi yang tercantum pada kemasan.

Dalam konteks jus, gambar jeruk, apel, mangga, atau anggur dapat dengan cepat menghubungkan konsumen dengan jenis buah atau rasa tertentu. Visual tersebut menjadi semacam perceptual shortcut atau jalan pintas dalam mengenali produk.

Ujang mengatakan, kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan waktu, perhatian, dan kemampuan konsumen dalam memproses informasi.

Saat berada di supermarket atau minimarket, misalnya, konsumen dapat hanya memiliki waktu singkat untuk memperhatikan sebuah produk. Visual yang sederhana dan mudah dikenali dapat mengurangi usaha kognitif untuk mengenali produk.

Visual Bukan Bukti Kandungan

Meski membantu konsumen mengenali produk, Ujang mengingatkan bahwa gambar pada kemasan tidak dapat dengan sendirinya menjadi bukti mengenai komposisi produk.

Tampilan buah yang dominan dapat membentuk persepsi tertentu terhadap produk, tetapi konsumen tetap perlu melihat informasi verbal dan numerik pada kemasan untuk mengetahui kandungan sebenarnya.

Menurut dia, informasi mengenai komposisi menjadi penting agar persepsi yang terbentuk dari visual sesuai dengan kondisi produk.

“Prinsip yang penting adalah visual harus membantu konsumen memahami produk, bukan sekadar membuat konsumen membeli produk,” tutur Ujang.

Dengan demikian, desain kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi antara produsen dan konsumen.

Visual Juga Bisa Membentuk Persepsi Produk “Hijau”

Kekuatan visual dalam membentuk persepsi konsumen juga muncul dalam konteks klaim keberlanjutan atau greenwashing.

Dosen Universitas Teknologi Bandung Erni Nurjanah mengatakan, konsumen dapat menggunakan jalan pintas ketika memproses informasi mengenai suatu produk, termasuk ketika menilai apakah produk tersebut ramah lingkungan.

Baca juga: Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan

Menurut Erni, elemen visual seperti warna hijau, gambar daun, serta label seperti natural, eco-friendly, atau organic dapat langsung diasosiasikan dengan atribut positif oleh konsumen.

“Dalam kasus greenwashing ada istilah Halo Effect. Ketika tampilan hijau, itu kemudian langsung diasosiasikan dengan kebaikan, entah itu misalnya gambar daun, warna hijau, atau label tadi,” ucap Erni dalam webinar Greenwashing; Digital Transparency & ESG Data Importance, Selasa (31/3/2026).

Karena itu, menurut Erni, konsumen perlu melakukan pembandingan dan verifikasi terhadap informasi yang diberikan produk, bukan hanya mengandalkan tampilan visual.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
Pemerintah
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
LSM/Figur
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Pemerintah
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemerintah
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Desa Sejahtera Astra
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
Pemerintah
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
LSM/Figur
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Swasta
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
Pemerintah
Waspada Krisis Iklim dan Energi, PBB Luncurkan Kampanye Tekan Metana
Waspada Krisis Iklim dan Energi, PBB Luncurkan Kampanye Tekan Metana
Pemerintah
PBB: Upaya Global untuk Kesetaraan Gender Jauh Tertinggal
PBB: Upaya Global untuk Kesetaraan Gender Jauh Tertinggal
Pemerintah
Negara Miskin Berisiko Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Target Net-Zero Global
Negara Miskin Berisiko Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Target Net-Zero Global
Pemerintah
Puncak El Nino hingga Februari: Risiko Kematian Capai Setengah Juta Jiwa
Puncak El Nino hingga Februari: Risiko Kematian Capai Setengah Juta Jiwa
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau