Industri pengolahan hasil perikanan, kata dia, perlu didorong untuk menggunakan teknologi yang mampu mengolah produk sampingan. Selain itu, infrastruktur rantai dingin (cold chain) perlu diperkuat untuk meminimalisir risiko food loss (hilangnya atau menurunnya kualitas) dan food waste selama distribusi.
Untuk membangun ekonomi sirkular dalam industri perikanan, Rahmi merekomendasikan pemerintah mengembangkan infrastruktur pengelolaan limbah terintegrasi dan ramah lingkungan.
Menurut Rahmi, hasil perikanan yang ramah lingkungan, termasuk produk sampingannya, lebih dihargai di pasar internasional. Tetapi, di pasar dalam negeri, hasil perikanan yang ramah lingkungan dan produk sampingannya kurang dihargai.
Apalagi, produk sampingan dari hasil perikanan masih dianggap limbah di Indonesia, yang dikaitkan dengan kualitas jelek atau barang sisa. Padahal, produk sampingan dari hasil perikanan bisa bernilai ekonomis kalau pengolahan dan pemasarannya bagus.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya