Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan

Kompas.com, 5 Oktober 2026, 19:00 WIB
Manda Firmansyah,
Andika Aditia

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Cairan perasan rumput laut yang selama ini dianggap limbah dan dibuang sia-sia di pesisir Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini disulap menjadi inovasi biomaterial bernilai tinggi.

Lewat kolaborasi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama The University of Queensland (UQ), cairan rumput laut berwarna cokelat keemasan, Sargassum, berhasil diolah menjadi ekoenzim antibakteri yang diproyeksikan sebagai bahan baku kemasan pangan pintar (smart packaging).

‎Riset berjudul 'Sustainable Biomaterials from Macroalgae: A Dual Approach to Food Security and Ocean Health' ini membuktikan pemanfaatan potensi lokal mampu menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

‎“Dengan melihat sumber daya yang tersedia di Gunungkidul, penelitian ini melihat bagaimana cairan hasil perasan Sargassum yang sebelumnya hanya dibuang saja dan belum dimanfaatkan, dapat diolah sebagai bahan baku ekoenzim antibakteri," ujar Ketua Tim Peneliti BRIN, Athanasia Amanda Septevani dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

‎Wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul, ‎Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyimpan potensi rumput laut Sargassum yang melimpah.

Baca juga: 25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim

Potensi rumput laut Sargassum tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.

‎Sebagai wilayah yang pesisirnya didominasi pantai berbatu, Gunungkidul menjadi habitat sesuai untuk tumbuhnya Sargassum.

Namun, pemanfaatan rumput laut Sargassum masyarakat masih terbatas untuk pangan, pupuk organik, atau dijual dalam bentuk mentah. Kondisi tersebut membuka peluang untuk pengolahan Sargassum sebagai bahan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih dari 50 peserta komunitas pesisir, khususnya perempuan, terlibat dalam pengolahan cairan hasil perasan Sargassum ini menjadi bahan baku koenzim antibakteri.

‎"Karena itu, kami melibatkan komunitas sejak prosesnya, termasuk perempuan yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir. Dari situ kami bisa belajar apa yang mereka butuhkan dan menyesuaikan pengembangan teknologi agar lebih dekat dengan kondisi di lapangan,” tutur Amanda.

‎Melalui pendekatan sosial yang inklusif, riset ini meletakkan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas pesisir sebagai aktor utama dalam rantai inovasi pangan dan kesejahteraan keluarga.

Mengadopsi masukan dari program Gender Equality and Low-Carbon Partnerships (GELP), tim peneliti memberikan ruang penuh bagi kelompok perempuan sejak perencanaan hingga eksekusi laboratorium lapangan. Pengetahuan lokal perempuan pesisir mengenai karakteristik Sargassum dipadukan dengan desain teknologi tepat guna. 

Baca juga: IPB Kembangkan Pupuk Bokashi dari Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan

‎Bagi masyarakat yang terlibat, proses tersebut membuka pemahaman baru mengenai potensi Sargassum. Perwakilan komunitas pesisir Kepala Dukuh Dunggubah I Gunungkidul, Aji Surya Utama mengaku baru mengetahui limbah perasan rumput laut Sargassum bisa dikelola menjadi produk bernilai.

‎"Sebelumnya kami belum tahu kalau cairan hasil perasan Sargassum juga bisa dimanfaatkan. Setelah mengikuti lokakarya, kami jadi tahu bagaimana prosesnya dan bisa langsung mencoba. Ternyata dari bahan yang ada di sekitar kita, ada yang bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang punya manfaat,” ucapnya.

‎Ke depan, tim peneliti akan mengembangkan pengelolaan ekoenzim lebih lanjut yang berpotensi digunakan sebagai smart packaging pangan antibakteri.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Ketika AI 'Haus' Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
Ketika AI "Haus" Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
LSM/Figur
'Long Service Award', Humanisasi di Tengah Era Transaksional
"Long Service Award", Humanisasi di Tengah Era Transaksional
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau