“Dengan mengubah model kerja yang telah terbukti menjadi solusi yang terukur dan layak dibiayai (bankable), kita dapat mengangkat komunitas pesisir kita dan menjaga ekosistem laut Indonesia tetap hidup dan sehat untuk generasi yang akan datang,” ujar Meizani.
Baca juga: Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Konservasi Indonesia sebelumnya menandatangani nota kesepahaman dengan Standard Chartered, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Conservation International dalam Indonesia Sustainability Forum 2024. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan rantai nilai rumput laut berkelanjutan.
Head of Coverage, Corporate & Investment Banking Standard Chartered Indonesia Amit Verma mengatakan, pembiayaan, inovasi, dan kemitraan menjadi tiga faktor penting untuk memperluas pengembangan ekonomi biru.
Menurut dia, inovasi dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, keterlacakan produk, serta ketahanan rantai nilai kelautan. Sementara itu, pembiayaan dan kemitraan diperlukan agar proyek yang telah dikembangkan dapat menarik investasi dan diperluas skalanya.
Standard Chartered menyatakan akan mendukung inisiatif yang memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan menjaga kesehatan ekosistem laut melalui jaringan global serta keahlian di bidang pembiayaan berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya