Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI

Kompas.com, 11 Oktober 2026, 11:06 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Fokus pada tata kelola dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab makin meningkat seiring dengan melesatnya penggunaan AI di sektor perbankan.

Hal ini terungkap dalam laporan tahunan lembaga riset Evident terhadap 50 perusahaan keuangan terbesar di dunia.

Melansir ESG Dive, Selasa (6/10/2026) hampir seluruh bank yang disurvei menyatakan telah menerapkan prinsip responsible AI, melonjak drastis dibanding tahun 2023 yang baru diterapkan oleh 16 bank.

Lebih dari dua pertiga bank juga memiliki pengawasan khusus yang detail untuk sistem AI mulai dari memeriksa data yang dimasukkan dan hasil yang dikeluarkan, membatasi alat yang boleh dipakai, hingga memantau AI yang sudah aktif.

Responsible AI sendiri merupakan pendekatan dalam merancang, mengembangkan, dan menggunakan teknologi AI agar aman, adil, transparan, serta tidak merugikan manusia.

Baca juga: AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru

"Bank-bank terkemuka merancang batasan aman, izin, standar evaluasi, syarat pemantauan, dan mekanisme penanganan masalah sejak awal, lalu memasukkannya langsung ke dalam sistem dan arsitektur AI perusahaan," jelas Alexandra Mousavizadeh, salah satu pendiri dan CEO Evident.

Kemajuan AI di sektor perbankan

Untuk mendukung penggunaan AI, bank-bank secara cepat menambah tenaga ahli, memberikan pelatihan bagi karyawan yang menggunakannya, dan memperkuat sistem keamanan untuk melindungi data.

Dalam satu tahun terakhir, kemajuan adopsi AI di sektor perbankan melaju tiga kali lebih cepat dibanding tiga tahun sebelumnya, seiring dengan makin matangnya pemanfaatan AI.

Sebanyak 50 bank yang disurvei mencatat telah menerapkan lebih dari 1.100 bentuk penggunaan AI sejak tahun 2021.

Dalam penilaian berbasis bakat, inovasi, kepemimpinan, dan transparansi, JPMorgan Chase menduduki peringkat pertama dalam Maturity Index milik Evident, disusul oleh Capital One, Royal Bank of Canada, dan CommBank.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap AI yang makin canggih, bank-bank papan atas dalam indeks ini terbukti berinvestasi besar pada pengawasan ketat dan tata kelola yang kuat.

Saat penggunaan AI makin meluas, bank kini lebih berfokus memasukkan AI ke dalam alur kerja harian dibanding sekadar menerapkannya secara serentak di semua lini. Sebanyak 12 bank melaporkan telah meraih keuntungan nyata (ROI) dari proyek AI mereka, naik dari 8 bank pada tahun lalu.

Penerapan pada perangkat lunak dan alat penasihat menjadi beberapa bentuk penggunaan AI yang paling memberikan nilai tambah tahun ini. Bank-bank raksasa seperti Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, BNY, dan JPMorgan Chase telah menjelaskan cara mereka menerapkan AI di berbagai lini bisnis.

Sementara itu jumlah tenaga ahli pengawas AI di 50 bank teratas tumbuh 33 persen dibanding tahun lalu, seiring dengan tetap tingginya prioritas keamanan di industri ini. Bank juga memanfaatkan AI untuk mencegah risiko lebih dari separuh pimpinan TI perbankan memperkirakan AI agents akan dipasang penuh pada fungsi manajemen risiko, kepatuhan, audit, pelacakan penipuan, hingga pemantauan transaksi.

Baca juga: Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan

Tata kelola dan keamanan menjadi prioritas utama para pimpinan teknologi bank karena AI bekerja di dalam sistem berisiko tinggi dan terikat aturan yang sangat ketat, serta berlandaskan pada kepercayaan nasabah.

Teknologi AI ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan terkait kredit, penipuan, pembayaran, perdagangan saham, nasihat keuangan, data nasabah, hingga layanan keuangan lainnya.

“Kesalahan kecil saja bisa berdampak langsung pada kerugian uang, bahaya bagi nasabah, pelanggaran aturan hukum, hingga rusaknya reputasi dan stabilitas perusahaan,” papar Mousavizadeh.

Bank yang berhasil menghemat waktu berkat AI cenderung memanfaatkan kembali waktu tersebut untuk melayani nasabah, mengembangkan produk, dan menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.

Bank-bank yang meraih skor tinggi dalam indeks Evident berfokus pada penerapan AI secara nyata beserta dampaknya, serta menambah tenaga ahli untuk mewujudkannya seperti ilmuwan AI, manajer produk AI, insinyur perangkat lunak, hingga spesialis manajemen risiko.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau