KOMPAS.com - Adidas, H&M Group, Inditex (pemilik Zara), serta perusahaan fashion asal Denmark, Bestseller, membentuk sebuah koalisi baru yang bekerja sama dengan lembaga nirlaba asal Ghana, The Or Foundation.
Koalisi ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah tekstil bekas sekaligus mendorong ekonomi sirkular.
Melansir ESG Dive, Jumat (9/10/2026) koalisi bernama Apparel Recovery Coalition (ARC) ini dibentuk untuk mencari tahu bagaimana sistem tanggung jawab produsen dapat memperkuat jalur sirkular seperti penggunaan ulang, daur ulang, dan upcycling.
Sistem tanggung jawab produsen yang dimaksud merupakan aturan di mana merek fashion harus ikut bertanggung jawab atas daur hidup produknya setelah selesai digunakan oleh konsumen.
Koalisi ini juga akan mendukung strategi pengelolaan sampah yang lebih baik di negara-negara yang selama ini menjadi tujuan impor pakaian bekas dalam jumlah besar.
Baca juga: Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Berdasarkan siaran pers tanggal 29 September, ARC direncanakan berjalan selama dua tahun untuk merancang dan menguji model bisnis yang berfokus pada tanggung jawab produsen tersebut.
Model ini dirancang agar sesuai dengan kondisi nyata pergerakan limbah tekstil pasca konsumen di seluruh dunia.
Selain itu, kelompok ini juga mengajak berbagai pihak mulai dari merek fashion, pelaku daur ulang, pemilah sampah, pembuat kebijakan, hingga masyarakat terdampak untuk bersama-sama mencari solusi yang praktis.
Koalisi ini diumumkan pekan lalu di Pasar Kantamanto di Accra, Ghana. Pasar ini merupakan salah satu pusat global terbesar untuk praktik fashion berkelanjutan, seperti penggunaan ulang, perbaikan, dan daur ulang pakaian.
Berdasarkan perkiraan The Or Foundation, pasar ini mampu mengedarkan kembali sekitar 25 juta potong pakaian setiap bulannya.
Karena alasan tersebut, pihak merek fashion menyatakan bahwa pasar ini memberikan sudut pandang yang penting untuk memahami limbah pakaian pasca konsumen, termasuk dampak lingkungan dan sosialnya seperti pencemaran air dan tanah.
Menurut situs web mereka, salah satu tujuan utama ARC adalah menguji pendekatan tata kelola, desain, and penerapan yang lebih inklusif dengan cara melibatkan sudut pandang masyarakat lokal ke dalam target, aksi, dan temuan proyek mereka.
Pihak merek fashion juga menyampaikan bahwa koalisi ini didukung oleh lembaga nirlaba yang berfokus pada ekonomi sirkular, yaitu Circle Economy.
Koalisi ini bertujuan untuk melanjutkan kerja keras yang telah dilakukan The Or Foundation selama 15 tahun terakhir dalam membangun ekosistem tekstil sirkular yang ada di Ghana.
Fokus kegiatan lembaga nirlaba ini berada di persimpangan antara keadilan lingkungan, pendidikan, dan fashion yang berkelanjutan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya