Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 22:13 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Pola El Nino yang makin kuat tidak hanya menciptakan rekor suhu tertinggi di zona penting Samudra Pasifik pada September lalu. Pemantau iklim Uni Eropa Copernicus mengungkapkan, kondisi tersebut juga dapat menjadikan tahun ini sebagai tahun terpanas di dunia yang pernah tercatat.

Melansir Phys, Senin (12/10/2026) para ahli cuaca global telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa El Niño kali ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat yang pernah ada.

Rekor suhu terbaru ini bahkan sudah pecah sebelum puncak peristiwa tersebut yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun ini.

Sebagai fase pemanasan dari siklus iklim alami, El Niño secara sementara menaikkan suhu laut di wilayah tropis Pasifik. Hal ini memicu perubahan cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, serta memperparah pemanasan global akibat ulah manusia.

Baca juga: Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino

Bisa jadi El Nino terkuat

Badan Layanan Perubahan Iklim Copernicus menyatakan bahwa suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Niño yang penting di Pasifik atau dikenal sebagai wilayah Niño3.4 telah mencapai rekor tertinggi baru yaitu 29,70 derajat Celsius bulan lalu.

Badan pemantau iklim Uni Eropa tersebut mengatakan bahwa suhu ini melampaui rekor puncak dari peristiwa El Niño kuat sebelumnya pada tahun 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016.

Direktur Copernicus, Carlo Buontempo, mengatakan El Niño tahun ini, yang mulai muncul pada bulan Juni, adalah fenomena yang sangat luar biasa. Namun, masih terlalu dini untuk memastikan apakah ini merupakan yang terkuat yang pernah ada.

Seiring perubahan iklim yang terus menaikkan suhu laut, peristiwa El Niño saat ini bisa terlihat lebih kuat dibandingkan masa lalu, sehingga perbandingan data dari masa lampau menjadi lebih rumit.

Copernicus menyatakan bahwa mereka telah menggunakan cara ukur baru yang memperhitungkan pemanasan di lautan tropis. Hasilnya menunjukkan bahwa peristiwa saat ini belum tentu lebih kuat dari kejadian-kejadian di masa lalu.

"Ini tetap merupakan peristiwa yang sangat besar, bahkan jika diukur dengan cara tersebut. Peristiwa yang sangat besar ini terjadi di dalam iklim yang saat ini jauh lebih hangat," ujar Buontempo.

Tidak semua badan pembuat prakiraan cuaca menggunakan ukuran yang sama untuk menilai El Niño.

Baca juga: Dampak El Nino, Lautan Global Alami Rekor Suhu Panas 100 Hari Berturut

Pada hari Jumat lalu, Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa kondisi El Niño telah mencapai tingkat kekuatan tertinggi yang pernah tercatat.

Suhu laut pecahkan rekor

Seiring menguatnya El Niño, rata-rata suhu permukaan laut global mencapai rekor tertinggi di angka 21,05 derajat Celsius pada bulan September. Angka ini melampaui rekor sebelumnya di bulan yang sama pada tahun 2023, yaitu 20,92 derajat Celsius, menurut data dari Copernicus.

Para ahli memperingatkan bahwa El Niño ini, yang bergabung dengan perubahan iklim akibat ulah manusia, juga dapat menjadikan tahun 2027 sebagai tahun terpanas dalam sejarah karena panas yang tersimpan di Samudra Pasifik dilepaskan ke atmosfer.

Fenomena cuaca ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan. Dampaknya dapat menaikkan suhu global pada tahun setelah ia mencapai puncaknya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau