Editor
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Sebanyak 40 perusahaan dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina meraih 52 penghargaan dalam ajang Asia ESG Positive Impact Awards (PIA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).
Penghargaan ini diselenggarakan oleh Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC), sebuah kolaborasi antara Star Media Group (SMG) dari Malaysia, KG Media dari Indonesia, serta Inquirer Group of Companies (IGC) dari Filipina.
Baca juga: ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan standar keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Penilaian dilakukan melalui 12 kategori yang mencakup berbagai aspek, mulai dari konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah, energi terbarukan, efisiensi energi, hingga pengelolaan rantai pasok dan transformasi operasional.
Aspek sosial juga menjadi bagian dari penilaian, termasuk keberagaman, kesetaraan dan inklusi, hubungan dengan masyarakat, hak asasi manusia, standar ketenagakerjaan, pengelolaan talenta, serta kesehatan dan kesejahteraan.
Perusahaan yang mengikuti tahap regional ini sebelumnya harus meraih predikat Gold dalam ajang ESG tingkat nasional di masing-masing negara. Di Malaysia, penghargaan tersebut adalah ESG Positive Impact Awards yang diselenggarakan SMG; di Indonesia, Lestari Awards oleh KG Media; dan di Filipina, Inquirer ESG Edge Impact Awards oleh IGC.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup yang hadir sebagai tamu kehormatan mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dan kerja sama regional dalam mendorong keberlanjutan.
Baca juga: Mayoritas Perusahaan Tetap Bikin Laporan ESG, tapi Kurangi Publikasi
Menurut dia, dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak mengenal batas negara. Hutan hujan dan ekosistem laut yang menjadi bagian dari warisan alam bersama juga terhubung dengan kehidupan masyarakat dan mata pencaharian di kawasan.
“Melindungi sumber daya berharga ini merupakan tanggung jawab bersama di tingkat regional yang membutuhkan koordinasi kebijakan yang lebih kuat dan kolaborasi lintas negara yang bermakna,” kata Arthur dalam sambutannya pada malam penganugerahan di Kuala Lumpur Golf and Country Club Convention Centre, Kamis (6/11/2026).
Arthur mengatakan, penyelarasan standar ESG, advokasi lintas negara, dan pertukaran pengetahuan dapat membantu negara-negara ASEAN mendorong agenda keberlanjutan secara proaktif.
CEO Star Media Group Chan Seng Fatt mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang mampu menerjemahkan komitmen keberlanjutan menjadi tindakan nyata.
Ia menilai, penyelarasan standar pelaporan keberlanjutan secara global dapat membantu perusahaan memahami pengungkapan informasi terkait ESG.
Namun, perusahaan yang beroperasi lintas negara masih menghadapi tantangan karena penerapan regulasi dan kesiapan bisnis di setiap wilayah berbeda.
Melalui kolaborasi regional, Chan berharap perusahaan dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina dapat saling terhubung serta membangun diskusi praktis yang mendorong pengambilan keputusan dan kemitraan yang lebih baik.
CEO KG Media Andy Budiman mengatakan, kerja sama antara SMG, KG Media, dan Philippine Daily Inquirer tidak hanya menjadi kolaborasi korporasi, tetapi juga komitmen bersama untuk membangun ekosistem media yang lebih tangguh dan adaptif di Asia Tenggara.
Menurut Andy, kolaborasi tersebut memungkinkan media memperkuat pemberitaan mengenai isu-isu penting, mulai dari aksi iklim, kesetaraan sosial, hingga tata kelola yang baik.
Baca juga: ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
“Bagi KG Media, mendorong agenda ESG regional berarti menggunakan platform kami bukan hanya untuk melaporkan perubahan, tetapi juga secara aktif mendorong praktik berkelanjutan, meminta pertanggungjawaban industri, dan memberdayakan masyarakat untuk membentuk masa depan yang lebih bertanggung jawab,” kata Andy.
Sementara itu, Chief Operating Officer Philippine Daily Inquirer Rudyard S. Arbolado mengatakan, penghargaan ESG tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan atas inisiatif perusahaan, tetapi juga mendorong peningkatan standar keberlanjutan di kawasan.
Ia berharap perusahaan dapat menjadikan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan kewajiban atau program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Arbolado mengatakan, perusahaan dapat belajar dari praktik yang dilakukan oleh para penerima penghargaan di negara lain, termasuk dalam bidang energi terbarukan, ekonomi sirkular, pengelolaan talenta, dan pemberdayaan masyarakat.
Duta Besar Filipina untuk Malaysia Maria Angela A. Ponce turut menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam penerapan ESG. Menurut dia, tantangan dalam mengadopsi, memantau, dan menerapkan ESG tidak dapat diselesaikan secara terpisah oleh satu negara atau kelompok pemangku kepentingan.
Ponce mengatakan, pengalaman Filipina dalam menghadapi dampak perubahan iklim, membangun ketahanan, serta mengelola bencana dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain.
Ia berharap, kolaborasi lintas negara memungkinkan perusahaan dan pemangku kepentingan saling berbagi praktik terbaik yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Asia ESG PIA 2026 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan A-EPIC selama satu tahun. Sebelumnya, konsorsium tersebut menggelar Asia ESG Summit 2026 pada 21-22 Juli 2026 di Sunway Resort Hotel, Selangor, Malaysia.
Forum tersebut menjadi wadah bagi perusahaan, pemimpin pemikiran, dan pengambil kebijakan untuk berdiskusi mengenai masa depan keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya