Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030

Kompas.com, 5 November 2026, 22:06 WIB
Monika Novena,
Andika Aditia

Tim Redaksi

Sumber phys

KOMPAS.com - Studi baru yang dipimpin oleh para peneliti IIASA dan ditulis bersama rekan-rekan dari UNEP, menemukan jika pemerintah berkomitmen penuh menjalankan rencana pengurangan metana, mereka dapat memangkas emisi global sebesar 11 persen antara tahun 2020 dan 2030.

Langkah ini akan membalikkan tren peningkatan emisi metana saat ini, namun masih belum cukup untuk mencapai target Global Methane Pledge (Komitmen Metana Global).

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Global Biogeochemical Cycles.

Melansir Phys, Senin (19/10/2026) penilaian mendetail menunjukkan bahwa pengurangan sebesar 22 persen sebenarnya sangat mungkin dicapai dengan biaya yang relatif rendah, sementara pengurangan sebesar 30 persen akan hampir memaksimalkan seluruh potensi mitigasi yang dapat dicapai dengan teknologi yang ada saat ini.

Meredam pemanasan global jangka pendek

Metana adalah penyumbang terbesar kedua terhadap pemanasan global setelah karbon dioksida. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas manusia menyumbang sekitar dua pertiga dari total emisi gas metana global, di mana masing-masing sekitar 40 persen berasal dari sektor energi dan pertanian, serta 20 persen dari sektor sampah dan air limbah.

Baca juga: Waspada Krisis Iklim dan Energi, PBB Luncurkan Kampanye Tekan Metana

Gas metana telah memicu peningkatan suhu bumi sekitar 0,5 derajat C sejak masa sebelum era industri, yang mencakup sekitar sepertiga dari total pemanasan yang kita rasakan saat ini.

Karena potensi pemanasannya yang sangat tinggi dan umurnya yang relatif singkat di atmosfer, upaya cepat dan tegas untuk mengurangi gas metana menjadi cara paling efektif untuk mengendalikan pemanasan global dalam beberapa dekade ke depan.

Studi baru ini merupakan pembaruan dan kelanjutan dari analisis yang sebelumnya dibuat oleh tim yang sama dalam laporan Global Methane Status UNEP tahun 2025. Tujuan dari analisis seperti ini adalah untuk memberikan penilaian yang mandiri dan konsisten bagi para pengambil kebijakan mengenai sektor dan wilayah mana yang paling bisa mengurangi emisi metana beserta estimasi biayanya.

Informasi ini sangat berguna sebagai titik awal saat merancang dan merundingkan target internasional baru untuk pengurangan emisi metana.

Untuk mendukung proses pembuatan kebijakan tersebut, studi ini juga dilengkapi dengan kumpulan data komprehensif.

Data ini berisi perkiraan terperinci di tingkat negara atau regional mengenai potensi dan biaya dari berbagai solusi teknis untuk mengendalikan emisi metana di setiap sektor sumbernya.

Rencana nasional belum memenuhi komitmen

Pada tahun 2021, Global Methane Pledge diluncurkan sebagai inisiatif internasional untuk mengurangi emisi metana dan memperlambat laju perubahan iklim.

Sejak saat itu, 159 negara dan Komisi Eropa telah berjanji untuk bersama-sama mengurangi emisi metana global sebesar 30 persen antara tahun 2020 dan 2030.

Dalam studinya, para peneliti menyoroti fakta yang mengkhawatirkan: rencana yang diajukan oleh berbagai negara mengenai cara mereka mencapai tujuan tersebut paling pol hanya dapat mengurangi emisi sebesar 11 persen.

Angka ini memang besar, tetapi masih belum cukup. Kendati demikian, para penulis menjelaskan target 30 persen tersebut secara teknis masih bisa dicapai, meskipun akan sangat sulit mengingat waktu menuju tahun 2030 sudah semakin singkat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Pemerintah
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
LSM/Figur
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
LSM/Figur
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
LSM/Figur
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
LSM/Figur
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Pemerintah
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Pemerintah
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
LSM/Figur
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Pemerintah
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
LSM/Figur
Studi Ungkap Krisis Pendanaan Hijau UMKM Global Capai Rp18.136 Triliun
Studi Ungkap Krisis Pendanaan Hijau UMKM Global Capai Rp18.136 Triliun
Pemerintah
Perhitungan Global Ungkap Dampak Ekonomi Akibat Kenaikan Permukaan Laut
Perhitungan Global Ungkap Dampak Ekonomi Akibat Kenaikan Permukaan Laut
Pemerintah
Pabrik Coca-Cola di Bekasi Pasang PLTS Atap 1,45 MWp, Tekan Emisi 1500 ton CO2e
Pabrik Coca-Cola di Bekasi Pasang PLTS Atap 1,45 MWp, Tekan Emisi 1500 ton CO2e
Swasta
Krisis Timur Tengah Ancam Ketahanan Pangan 11,7 Juta Perempuan
Krisis Timur Tengah Ancam Ketahanan Pangan 11,7 Juta Perempuan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau