KOMPAS.com - Enam perusahaan asal Indonesia meraih penghargaan emas dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026).
Keenam perusahaan itu adalah PT Triputra Agro Persada Tbk, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1, PT Astra International Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Munti Cahaya Sejahtera dan Pandawa Agri Indonesia.
PT Triputra Agro Persada Tbk meraih penghargaan emas pada kategori Renewable Energy melalui program TAP Circular Energy yang memanfaatkan gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit untuk menghasilkan listrik melalui pembangkit listrik tenaga biogas berkapasitas 2 MW sejak 2023 dan digunakan untuk perumahan karyawan serta operasional kendaraan listrik pengangkut tandan buah segar (TBS) sejak 2025.
PT Triputra Agro Persada Tbk meraih penghargaan emas pada kategori Renewable Energy melalui program TAP Circular Energy dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - IZZRAFIQ ALIAS/The StarPT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 meraih emas pada kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) melalui program Harmoni Inklusif yang bertujuan mengatasi kerentanan terhadap perubahan iklim dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Aceh Tamiang dalam dalam tiga tahap penanggulangan bencana, yaitu pra-bencana, saat bencana dan pascabencana. Saat banjir bandang menerjang Aceh Tamiang pada November 2025, Satgas Digdaya turun mengevakuasi warga rentan dari rumah ke rumah, mengoperasikan posko bantuan inklusif selama 24 jam dan menyalurkan cadangan pangan darurat.
PT Astra International Tbk menggaet emas pada kategori Relations with Local Communities melalui program Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra yang mendorong pembangunan desa melalui empat bidang terpadu, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan.
Lebih dari seribu desa menerima pendampingan dan sebanyak 492 desa kini telah mengekspor produk andalannya ke 26 negara serta mengalami peningkatan pendapatan rumah tangga dan capaian nilai Social Return on Investment (SROI).
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan emas pada kategori Talent Management melalui program People Development Plan 2025 yang berupaya mengatasi kesenjangan kompetensi dan meningkatkan kapasitas talenta di Telkom Group untuk mendukung kebutuhan bisnis di era digital.
Pengembangan talenta digital ini mencakup pembelajaran berbasis AI, sertifikasi profesional serta riset dan inovasi melalui platform myDigiLearn.
Pada kategori usaha kecil dan menengah serta perusahaan skala menengah, PT Munti Cahaya Sejahtera menerima emas dalam kategori Relations with Local Communities melalui program Muntigunung Community Social Enterprise (MCSE) yang memberdayakan masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya dan keterampilan lokal melalui pelatihan, pendampingan, penyediaan lapangan kerja serta akses pasar untuk menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan.
Inisiatif ini telah melibatkan lebih dari 650 keluarga dengan 100 persen bahan baku bersumber dari pemasok lokal, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi, kapasitas dan ketahanan masyarakat.
(Dari kiri, barisan depan, orang kelima) Managing Editor Star Media Group (SMG) Brian Martin, Chief Operating Officer Philippine Daily Inquirer Rudyard S. Arbolado, CEO SMG Chan Seng Fatt, Duta Besar Filipina untuk Malaysia Maria Angela A. Ponce, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, Chairman SMG Tan Sri Wong Foon Meng, Komisioner Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia Aziza Rahmaniar, CEO KG Media Andy Budiman dan COO SMG Lydia Wang berfoto bersama para penerima penghargaan dalam Asia ESG Positive Impact Awards 2026. Ajang tersebut mempertemukan komunitas ESG dari berbagai negara di Asia dalam malam penganugerahan dan apresiasi pada 4 November 2026. - GLENN GUAN/The Star
PT Munti Cahaya Sejahtera menerima emas dalam kategori Relations with Local Communities melalui program Muntigunung Community Social Enterprise dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - IZZRAFIQ ALIAS/The StarWakil Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk Widyantoko Sumarlin yang hadir dalam acara Gala Night di KL mengatakan, penghargaan yang diterima semakin memperkuat komitmen perusahaan sekaligus mendorong peningkatan upaya untuk mencapai target netralitas karbon.
“Kami berkomitmen menjadikan perusahaan sebagai perusahaan netral karbon pada 2036. Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen tersebut dan mendorong seluruh jajaran perusahaan untuk lebih giat meningkatkan upaya dalam mencapai target tersebut,” tuturnya.
Direktur PT Munti Cahaya Sejahtera, Arie Wibowo Saputra, mengatakan, gold award yang diterima sangat berarti bagi tim dalam menjalankan program Muntigunung Community Social Enterprise di Karangasem, Bali.
Penghargaan ini, lanjut dia, menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan praktik-praktik terbaik dalam kolaborasi bersama masyarakat setempat.
“Kami akan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih lestari sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat di masa depan,” ungkapnya.
Bersama 12 perusahaan asal Indonesia, 28 perusahaan asal Malaysia dan Filipina menerima gold, silver dan bronze awards dalam ajang tingkat regional yang mempertemukan perusahaan-perusahaan unggulan dari ketiga negara.
Chairman sekaligus Chief Executive Officer YTY Industry Sdn Bhd Vikram Hora juga mengatakan, prestasi ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mencapai target ESG sekaligus mempertahankan standar kinerja yang tinggi.
YTY Industry Sdn Bhd meraih penghargaan Gold untuk kategori Human Rights and Labour Standards pada kelompok perusahaan besar.
“Penghargaan ini dan dukungan dari Star Media Group mendorong kami untuk mencapai berbagai tujuan tersebut secara berkelanjutan dan konsisten. Kami berharap dapat meningkatkan standar perusahaan kami sekaligus mendorong peningkatan standar di industri,” ujarnya.
Sebanyak 40 perusahaan dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina meraih 52 penghargaan dalam ajang Asia ESG Positive Impact Awards (PIA) 2026. CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa, menyebutkan, kolaborasi dan kemitraan inovatif ini menjadi pelajaran paling penting yang membuat komitmen menjalankan inisiatif berkelanjutan bisa berjalan dalam jangka waktu panjang.
“Kemitraan ini melibatkan berbagai pihak di sepanjang rantai nilai, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan multinasional hingga petani secara langsung. Kami belajar banyak dari model kemitraan seperti ini.
Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam jangka panjang dan diperluas, tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga ke berbagai daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Pentingnya kolaborasi juga disampaikan oleh Kepala Corporate Communication Energy Development Corporation dari Filipina, Frances Ariola. Dia menegaskan, kolaborasi sangat penting karena tidak ada satu organisasi pun yang dapat menjalankan upaya keberlanjutan sendirian.
“Semakin banyak organisasi yang berkolaborasi lintas kawasan, semakin besar pula kesempatan untuk saling bertukar praktik terbaik dan belajar satu sama lain. Itulah sebabnya Asia ESG Positive Impact Awards sangat penting. Ajang ini menjadi wadah bagi kami untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar pihak lain tidak perlu mengalami kegagalan seperti yang pernah kami alami ketika pertama kali memulai,” tuturnya.
PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 meraih emas pada kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) melalui program Harmoni Inklusif dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - AZHAR MAHFOF/The Star Dia menyampaikan, perlindungan terhadap ekosistem dan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi kebijakan serta kolaborasi lintas negara.
Group Chief Executive Officer SMG Chan Seng Fatt menuturkan, secara global, standar yang diterbitkan International Sustainability Standards Board (ISSB) kini menjadi acuan bersama dalam pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan.
Sejumlah yurisdiksi, termasuk negara-negara di Asia Tenggara, juga mulai bergerak menuju penerapan atau penggunaan standar tersebut. Oleh karena itu, menyelaraskan langkah melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders di tingkat regional juga menjadi sangat penting.
“Penyelarasan yang lebih baik ini patut disambut positif. Namun, jalur penerapannya masih berbeda-beda. Akibatnya, perusahaan yang beroperasi lintas negara menghadapi tantangan praktis untuk menyesuaikan diri dengan berbagai persyaratan yang berlaku. Perekonomian kita saling terhubung melalui perdagangan, investasi dan rantai pasok. Sementara itu, setiap perusahaan memiliki tingkat sumber daya dan kesiapan yang berbeda,” katanya.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan pelaku usaha di ketiga pasar tersebut dan menyediakan ruang untuk diskusi praktis yang dapat menghasilkan keputusan lebih baik serta kemitraan yang lebih kuat,” lanjutnya kemudian.
Chief Executive Officer KG Media Andy Budiman menuturkan, kemitraan antara SMG, KG Media, dan Philippine Daily Inquirer (PDI) tidak hanya sebatas kolaborasi antar-korporasi. Kemitraan tersebut berkembang menjadi komitmen bersama untuk membangun lanskap media di Asia Tenggara yang lebih tangguh dan adaptif.
“Dengan menyatukan kekuatan jurnalistik, pengaruh, dan jangkauan masing-masing, kami dapat memperluas jangkauan cerita-cerita yang benar-benar penting, mulai dari aksi iklim hingga kesetaraan sosial dan tata kelola yang baik. Bagi KG Media, mendorong agenda ESG regional berarti memanfaatkan platform media kami bukan hanya untuk memberitakan perubahan, tetapi juga secara aktif mendorong praktik berkelanjutan, meminta pertanggungjawaban industri dan memberdayakan masyarakat untuk membentuk masa depan yang lebih bertanggung jawab,” kata Andy.
Pandawa Agri Indonesia meraih emas dalam kategori Innovative Partnership melalui program RiceVitalize® dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - AZHAR MAHFOF/The Star “Ketika para pemenang melihat bagaimana perusahaan lain di Malaysia, Indonesia dan Filipina melakukan inovasi dalam energi terbarukan, ekonomi sirkular, pengelolaan talenta dan pemberdayaan masyarakat, kami berharap hal itu mendorong mereka untuk bertanya: Apa lagi yang bisa kita lakukan agar keberlanjutan dapat terus dipertahankan?” katanya.
“Kami ingin penghargaan ini mendorong organisasi untuk tidak lagi memandang ESG sekadar sebagai daftar kewajiban untuk memenuhi regulasi atau proyek corporate social responsibility, tetapi sebagai penggerak utama ketahanan bisnis jangka panjang dan kesetaraan sosial,” tutupnya.
Sebanyak 40 perusahaan dari tiga negara membawa pulang total 52 penghargaan yang diberikan. Penghargaan tersebut mencakup 12 kategori yang merepresentasikan berbagai aspek keberlanjutan, mulai dari perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya manusia, hingga inovasi dan transformasi bisnis.
Asia ESG Positive Impact Awards 2026 diselenggarakan oleh Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC), sebuah kolaborasi antara Star Media Group dari Malaysia, KG Media dari Indonesia dan Inquirer Group of Companies dari Filipina. Para peserta penghargaan ini merupakan pemenang kategori Gold Awards dalam ajang penghargaan ESG di negara masing-masing, yaitu ESG Positive Impact Awards di Malaysia, Lestari Awards di Indonesia serta Inquirer ESG Edge Impact Awards di Filipina.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya