Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gandeng KLHK dan DLH Jakarta, Alner Resmikan Toko Guna Ulang Pertama

Kompas.com, 2 April 2024, 15:04 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Alner, startup asal DKI Jakarta yang fokus menyediakan solusi kemasan guna ulang untuk produk konsumen harian, meresmikan Toko Experience Guna Ulang di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin, 1 April 2023.

Peresmian ini dilakukan dalam acara "Bukan Bukber Biasa (ZeroChat #1)" yang bertujuan. memperkenalkan toko dan mendukung upaya pengurangan sampah dari hulu. Acara dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

"Peraturan Menteri 75 Tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai masih memerlukan penyesuaian. Salah satu fokusnya adalah mendorong penerapan 3R, termasuk reuse atau guna ulang," ungkap Fazri Putrantomo dari Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK.

"Dengan adanya ekosistem guna ulang ini, harapannya lebih banyak lagi pihak yang dapat mengadopsi guna ulang dan kita dapat mengurangi sampah plastik dari hulu bersama,” tambahnya.

Sebagai gambaran, isu plastik saat ini masih dinilai menjadi isu kritis. Data Plastic Overshoot Day 2023 memperkirakan, sebanyak 3.313.742 ton sampah plastik di Indonesia pada tahun 2023 masih mengalami mismanagement atau dikelola dengan sistem manajemen yang tidak terserap baik.

Masih kurang lebih 7 persen sampah plastik tersebut yang terserap untuk didaur ulang.

Dengan jumlah limbah plastik yang besar tersebut, kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah plastik dari hulu dengan pengurangan sampah sangat krusial.

Untuk menangani isu tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) nomor 75 tahun 2019 di mana terdapat komponen guna ulang (reuse) dalam strategi pengurangan sampah dari hulu.

Salah satu implementasinya, adalah menjadikan siklus kemasan produk harian konsumen sirkular, dapat dikembalikan lagi untuk dicuci dan dikemas kembali. Inovasi inilah yang ditawarkan oleh startup asal DKI Jakarta, Alner.

Baca juga: Gelar Pawai Bebas Plastik, Organisasi Lingkungan Dorong Pemerintah Buat Kebijakan Reuse

Toko Experience Guna Ulang merupakan toko guna ulang Alner yang pertama di Jakarta. Meski demikian, Alner sejak 2020 telah memiliki 650 lebih titik mitra di Jabodetabek di tahun 2024.

Mitra Alner terdiri dari reseller dan reuse hub reguler, di mana mitra memberikan akses untuk produk harian konsumen. Mitra yang sekarang sudah bergabung di Alner terdiri dari warung , bank sampah, PKK, Koperasi, dan mitra individu.

Alner, startup asal DKI Jakarta yang fokus menyediakan solusi kemasan guna ulang untuk produk konsumen harian, meresmikan Toko Experience Guna Ulang di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin, 1 April 2023.DOK. ALNER Alner, startup asal DKI Jakarta yang fokus menyediakan solusi kemasan guna ulang untuk produk konsumen harian, meresmikan Toko Experience Guna Ulang di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin, 1 April 2023.

Keberadaan Toko Experience Guna Ulang ini adalah sebagai upaya pendemonstrasian sistem guna ulang di Jakarta, yang pada kedepannya, dengan diresmikannya Toko

“Semoga dengan diresmikannya Toko Experience Guna Ulang Alner ini, lebih banyak orang dapat mengenal dan mengakses sistem guna ulang bersama dan kita dapat mengurangi sampah plastik dari hulu, bersama secara signifikan," harap Bintang Ekananda, Co-Founder dan Direktur Alner.

"Kami sangat bersyukur karena dengan berkolaborasi dengan KLHK dan DLH DKI Jakarta dalam bentuk dukungan ini sangat membantu misi kami, mengurangi sampah plastik dari hulu," tambah Bintang.

Dia menyampaikan, pihaknya berkomitmen memprioritaskan reuse menjadi fokus utama Alner dengan berkolaborasi dengan lebih banyak pihak seperti komunitas dan industri.

"Langkah-langkah konkret seperti kolaborasi untuk menyebarkan guna ulang menjadi langkah awal yang penting dalam menangani masalah serius yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di Indonesia," tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Itera Gagas Wastewater Reuse Solusi Mencegah Krisis Air

"Alner menargetkan untuk lebih banyak lagi pihak belajar dan terinspirasi untuk dapat mengadopsi sistem guna ulang. Alner menargetkan lebih banyak lagi mitra yang tergabung untuk dapat memberikan akses guna ulang ke lebih banyak masyarakat," tutup Bintang Ekananda.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau