Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"ESG Positive Impact Awards 2024" Apresiasi 64 Perusahaan Malaysia untuk Kepemimpinan ESG

Kompas.com, 27 Agustus 2024, 16:07 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Ajang penghargaan "ESG Positive Impact Awards" (ESG PIA) sukses diadakan pada Rabu malam, 21 Agustus 2024, di Sheraton Petaling Jaya Hotel, Selangor, Malaysia.

Sebanyak 64 penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan Malaysia sebagai pengakuan atas kepemimpinan mereka dalam praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Acara gala yang dihadiri oleh 650 tamu ini memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang menjadi panutan, visioner, dan menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap prinsip-prinsip ESG, dengan menggabungkan keberlanjutan dan kesejahteraan sosial selain kinerja keuangan.

Dua perusahaan mendapatkan sorotan karena inisiatif ESG mereka yang luar biasa, memenangkan penghargaan Most Outstanding ESG Initiatives of The Year. Mereka adalah Malaysia Steel Works (KL) Bhd untuk kategori perusahaan besar, dan Iskandar Malaysia Studios Sdn Bhd untuk kategori UKM hingga menengah.

Diluncurkan pada tahun 2022, ESG PIA menjadi standar bagi perusahaan-perusahaan Malaysia dengan tema "Menyongsong Masa Depan yang Berkelanjutan."

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Star Media Group (SMG) dan disponsori oleh OCBC Bank (M) Bhd, dengan Ernst & Young bertindak sebagai penasihat dan auditor. ESG PIA bertujuan menginspirasi para pelaku industri dan investor agar berkomitmen menuju masa depan lebih berkelanjutan.

"Penghargaan ini bukan sekadar perayaan atas prestasi, tetapi juga bukti dari upaya bersama para pemimpin industri dalam mendorong agenda keberlanjutan di Malaysia. Keberlanjutan bukan lagi pilihan. Ini adalah tanggung jawab bersama kita," tegas Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan, Nik Nazmi Nik Ahmad, dalam pidatonya.

Turut hadir dalam seremoni tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (Miti) Datuk Hairil Yahri Yaacob, Ketua SMG Tan Sri Wong Foon Meng, Direktur Non-Eksekutif Non-Independen SMG Datuk Kelvin Lim, Kepala Konten SMG Datin Paduka Esther Ng, Kepala Bisnis SMG Lydia Wang, dan Kepala Eksekutif OCBC Bank (M) Bhd Tan Chor Sen.

CEO SMG, Chan Seng Fatt, menekankan pentingnya penghargaan ini dalam mengakui perusahaan-perusahaan yang membangun masa depan dengan fokus pada inklusivitas dan keberlanjutan.

Dia juga mencatat adanya peningkatan partisipasi yang signifikan tahun ini, dengan 287 pengajuan atau naik 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

ESG PIA didukung oleh berbagai mitra kerja, di antaranya ABAC Centre of Excellence, Business Council for Sustainable Development (BCSD) Malaysia, Green Growth Asia Foundation, dan Malaysian Green Tech and Climate Change Centre, dan lain-lain.

Baca juga: Sukses Menginspirasi, Lestari Summit 2024 Perkuat Kolaborasi Masa Depan Berkelanjutan

KG Media pun mengapresiasi terselenggaranya ESG PIA 2024. Acara ini sejalan dengan misi program Lestari untuk mendorong praktik keberlanjutan di berbagai sektor industri.

Keberhasilan ESG PIA dalam mengakui perusahaan-perusahaan yang berkomitmen pada prinsip-prinsip ESG menjadi inspirasi bagi kami dan seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan dan tanggung jawab sosial di Indonesia dan Malaysia.

Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui tautan staresgawards.com.my.

Asia ESG Positive Impact ConsortiumDOK. KG MEDIA Asia ESG Positive Impact Consortium

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau