KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 perusahaan di seluruh dunia telah menerbitkan laporan risiko lingkungan yang sesuai dengan Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD). Jumlah ini melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai informasi TNFD adalah panduan internasional yang membantu perusahaan mengukur dan melaporkan risiko bisnis yang berkaitan dengan alam seperti penggunaan air bersih, pengerusakan hutan, hingga pencemaran limbah.
Melansir Edie, Selasa (22/9/2026) data dari Laporan Status TNFD 2026, yang menemukan bahwa penilaian dan pelaporan dampak terhadap alam kini makin lazim digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis serta keuangan.
Laporan tersebut disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 500 pelaku pasar pada Juli dan Agustus 2026, serta analisis terhadap laporan perusahaan dan data dari penyedia data pasar.
Jumlah organisasi yang menerbitkan laporan berstandar TNFD naik 100 persen di 56 negara dibandingkan tahun 2025. Bahkan, hampir 100 organisasi kini telah menyelesaikan pelaporan berstandar TNFD untuk tahun ketiga berturut-turut.
Baca juga: Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Rata-rata poin kelengkapan laporan tiap organisasi sedikit menurun, namun tetap mencakup lebih dari 8 dari 14 poin yang direkomendasikan TNFD.
Meski demikian, jumlah data yang dilaporkan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan makin terbuka dan melengkapi informasi mereka seiring bertambahnya pengalaman pelaporan.
Selain itu, sebanyak 802 organisasi lain telah berjanji untuk mulai menerapkan standar pelaporan TNFD ini. Lembaga keuangan yang ikut dalam komitmen baru ini mengelola dana raksasa hingga 26,6 triliun dolar AS.
Pertumbuhan laporan ini diiringi oleh tingginya desakan agar cara perusahaan melaporkan risiko serta peluang lingkungan dibuat lebih seragam dan konsisten.
Lebih dari 70 persen responden survei menyatakan setuju jika pemerintah mewajibkan pelaporan risiko lingkungan ini. Para pelaku pasar ingin laporan yang dihasilkan lebih mudah dibandingkan, konsisten, serta sejalan dengan target keanekaragaman hayati global PBB dan rekomendasi TNFD.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa para pelaku pasar umumnya lebih menyukai aturan wajib ini diberlakukan dalam waktu satu hingga tiga tahun ke depan. Para investor juga menganggap penting adanya perpaduan antara ukuran penilaian umum dan ukuran khusus untuk sektor industri tertentu.
Bersamaan dengan laporan ini, TNFD menerbitkan panduan resmi khusus untuk sektor teknologi dan komunikasi.
Panduan ini menjelaskan bagaimana perusahaan di seluruh rantai pasok dapat mengenali, menilai, mengelola, serta melaporkan ketergantungan, dampak, risiko, dan peluang bisnis mereka yang berkaitan dengan alam.
Sektor yang dicakup dalam panduan ini meliputi pembuatan semikonduktor, manufaktur elektronik, perangkat keras, pusat data , infrastruktur telekomunikasi, perangkat lunak dan layanan TI, media internet, hingga layanan telekomunikasi.
Baca juga: TNFD Rilis Panduan Baru bagi Direktur Keuangan untuk Hadapi Risiko Kerusakan Alam
TNFD menyatakan bahwa industri-industri ini menghadapi berbagai masalah lingkungan, seperti ketergantungan pada air bersih, dampak pembangunan infrastruktur terhadap daratan dan lautan, serta pencemaran dari limbah pabrik, limbah elektronik, dan baterai bekas.
Studi kasus LEAP yang menyertainya berfokus pada risiko pasokan air dalam pembuatan chipset dan infrastruktur pusat data. Kedua bidang ini sangat boros air dan menjadi bagian penting dari pengembangan kecerdasan buatan (AI). Pesatnya pertumbuhan teknologi AI ini kian menekan ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang sudah mengalami krisis air.
"Sebagai investor global, kami sangat terbantu oleh laporan transparansi lingkungan yang langsung menyasar pada inti masalah keuangan yang dihadapi perusahaan," ungkap Penasihat Senior Norges Bank Investment Management, Ashley Gorst.
Mengingat pesatnya pertumbuhan sektor ini dan perannya yang kian vital bagi seluruh perekonomian, panduan ini akan menjadi alat yang sangat berguna bagi tim manajemen untuk berfokus pada dampak dan ketergantungan penting bagi bisnis mereka baik yang memproduksi semikonduktor maupun penyedia layanan digital.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya