Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komisi UE Usulkan Label Jejak Karbon untuk Penerbangan

Kompas.com, 29 September 2024, 13:00 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Komisi Eropa mengumumkan peluncuran inisiatif Label Emisi Penerbangan (FEL), Kamis (28/9/2024), yang merupakan sebuah inisiatif untuk memberikan informasi kepada penumpang mengenai jejak karbon penerbangan mereka.

FEL sendiri merupakan bagian dari peraturan penerbangan RefeulEU yang ditujukan untuk mendekarbonisasi penerbangan.

Seperti dikutip dari ESG Today, Sabtu (28/9/2024) berdasarkan inisiatif tersebut, penumpang bisa melihat informasi standar mengenai jejak karbon penerbangan di UE saat memesan perjalanan secara daring.

Baca juga: Jejak Karbon Kereta Api Rendah, tapi Angkutan Batu Bara Terbanyak

Menurut komisi UE, 80 persen penumpang pesawat telah menyatakan bahwa mereka ingin mengetahui berapa banyak CO2 yang dihasilkan oleh penerbangan yang mereka tumpangi.

Tetapi hanya 5 persen penumpang yang mengatakan bahwa mereka saat ini memiliki akses ke informasi tersebut.

Selain itu, sebagian besar informasi yang tersedia saat ini tidak terstandarisasi, karena maskapai penerbangan yang menyediakan data emisi sering kali menggunakan metodologi dan teknologi yang berbeda untuk mengukur karbon.

Beberapa maskapai penerbangan pun disebut melakukan greenwashing atas klaim yang tidak jelas atau menyesatkan mengenai emisi dan dampak lingkungan.

FEL nantinya akan menyediakan standar tunggal dan metodologi yang diatur saat memperkirakan emisi penerbangan.

FEL akan mencakup faktor-faktor seperti jenis pesawat, jumlah penumpang rata-rata dan volume kargo di dalam pesawat, serta bahan bakar penerbangan yang digunakan.

Baca juga: Mengenal Jejak Karbon dan Jenis-jenisnya

Selain itu pada tahun 2025, maskapai penerbangan yang mengoperasikan penerbangan di dalam UE atau berangkat dari UE akan dapat bergabung secara sukarela dalam inisiatif FEL ini.

Saat memesan penerbangan secara daring, logo FEL akan ditampilkan di samping data emisi penerbangan, membantu penumpang membuat keputusan yang tepat dan melindungi mereka dari klaim emisi yang tidak akurat.

Situs web juga akan dibuat untuk memungkinkan publik membandingkan tingkat emisi dari berbagai maskapai penerbangan yang bersaing pada rute yang sama, serta melihat peringkat perusahaan penerbangan dengan emisi terendah per rute.

“Informasi yang jelas dan terverifikasi sangat penting untuk menginformasikan pilihan perjalanan kita dengan lebih baik. Sebagai penumpang, Label Emisi Penerbangan UE di masa mendatang akan memudahkan kita semua untuk memiliki informasi terverifikasi mengenai emisi CO2 yang terkait dengan penerbangan kita sebelum kita membeli tiket," ungkap Wopke Hoekstra, Komisioner UE untuk Aksi Iklim dan Transportasi.

Baca juga: Setelah Perancis, Giliran Spanyol Larang Penerbangan Pendek 2,5 Jam

Hoekstra menjelaskan pula hal tersebut juga akan memastikan persaingan yang setara di antara maskapai penerbangan di rute yang sama dan memberikan penghargaan kepada mereka yang memilih untuk berinvestasi pada bahan bakar yang lebih bersih dan operasi yang lebih efisien.

"Oleh karena itu, label di masa depan akan membantu memberi insentif kepada maskapai penerbangan untuk meningkatkan kinerja lingkungan mereka, dengan memperbarui armada mereka dengan pesawat yang lebih efisien dan menggunakan bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau