Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IATA Bentuk Organisasi Pengawas Avtur Berkelanjutan

Kompas.com, 4 April 2025, 15:04 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat ini meningkatkan produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) menjadi salah satu prioritas utama sektor dirgantara.

Tetapi, meningkatkan produksi bahan bakar tersebut juga merupakan tantangan besar yang dihadapi industri penerbangan.

Meskipun SAF digunakan oleh maskapai penerbangan, kuota yang tersedia masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan. Sehingga ada keterbatasan pasokan dan lokasi produksi yang terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menemukan bahwa bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) hanya menyumbang 0,3 persen dari total produksi bahan bakar jet global di seluruh dunia.

“Volume SAF meningkat, tetapi sangat lambat,” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, dikutip dari Sustainability Magazine, Jumat (4/4/2025).

Jelas, produksi SAF perlu dipercepat dan segera.

Baca juga: Dekarbonisasi Penerbangan, Airbus Kembangkan Pesawat Tenaga Hidrogen

Itulah sebabnya IATA telah mengumumkan pembentukan badan baru bernama Organisasi Dekarbonisasi Penerbangan Sipil (CADO) untuk mengelola masa depan produksi SAF secara global.

Berkantor pusat di Montreal, organisasi independen tersebut akan bertugas mengelola registri dengan pendekatan terbuka dan global untuk memastikan transparansi serta kepercayaan di antara para pemangku kepentingan.

Di mana nantinya Registri SAF akan menghubungkan maskapai penerbangan dengan produsen, pemasok, dan investor SAF terlepas dari hambatan geografis.

“CADO akan mempercepat peluncuran Registri SAF yang dikembangkan IATA," kata Marie Owens Thomsen, Wakil Presiden Senior Keberlanjutan dan Kepala Ekonom IATA.

"Mandatnya adalah mengelola Registri SAF sebagai entitas terpisah dari IATA dengan pendekatan terbuka dan global yang mendukung pengawasan yang diperlukan untuk membangun kepercayaan di antara semua pemangku kepentingan,” tambahnya.

Registri SAF dirancang untuk menjadi bagian penting dari infrastruktur dalam upaya dekarbonisasi industri penerbangan.

Dengan menciptakan sistem yang terstandardisasi dan transparan untuk melacak transaksi SAF, registri tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan pasar SAF global.

"Registri SAF merupakan bagian penting dari infrastruktur pasar yang sangat diperlukan dalam membangun pasar global yang global, transparan, dan likuid untuk SAF," kata Willie.

Lebih lanjut, keanggotaan CADO sendiri terbuka untuk berbagai pemangku kepentingan, termasuk produsen SAF, maskapai penerbangan, badan regulasi, dan asosiasi industri.

Organisasi ini diharapkan memainkan peran penting dalam menyelaraskan prinsip-prinsip registri SAF secara global.

Baca juga: Platform Baru ICAO, Hubungkan Proyek Dekarbonisasi Penerbangan dengan Investor

Pasalnya, berbagai pasar dan badan regulasi menetapkan mekanisme pelacakan SAF mereka sendiri, pendekatan terpadu dapat mencegah fragmentasi dan memastikan kerangka kerja yang konsisten untuk transaksi SAF di seluruh dunia.

Industri penerbangan sendiri telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 dan SAF dianggap sebagai salah satu solusi yang paling layak untuk mencapai tujuan ini.

Namun, investasi yang signifikan dalam kapasitas produksi dan kerangka kebijakan yang mendukung akan diperlukan untuk meningkatkan pasokan SAF ke tingkat yang berarti.

Inisiatif IATA untuk mendirikan CADO dan Registri SAF menandai langkah penting dalam mengatasi tantangan ini.

Dengan adanya CADO, industri ini memiliki entitas khusus yang berfokus untuk memastikan bahwa transaksi SAF dapat diverifikasi dan bahwa semua pemangku kepentingan dapat dengan yakin terlibat dalam upaya menuju dekarbonisasi.

sumber https://sustainabilitymag.com/articles/iatas-plans-for-a-sustainable-aviation-fuel-registry

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
Swasta
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Swasta
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
Pemerintah
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
BrandzView
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
LSM/Figur
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
Swasta
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
LSM/Figur
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Pemerintah
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
LSM/Figur
RTH Jadi Penopang 'Green Campus' dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
RTH Jadi Penopang "Green Campus" dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
LSM/Figur
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Desa Sejahtera Astra
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Pemerintah
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
LSM/Figur
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
BrandzView
Perkuat Ekosistem Digital, 'Health Innovation Showcase 2026' Pertemukan Inovator dan Investor
Perkuat Ekosistem Digital, "Health Innovation Showcase 2026" Pertemukan Inovator dan Investor
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau